RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Kasus Demo SMKN 1 Rembang Oktober Lalu Masuk Babak Pemanggilan Klarifikasi

Baca Juga

Daniel saat jalani pemeriksaan



Pasuruan, Pojok Kiri
     Kasus demonstrasi yang dilakukan sejumlah siswa siswi SMKN 1 Rembang pada Kamis, 11 Oktober 2018 lalu ternyata tak berhenti begitu saja. Setelah diadukan oleh Komnas anak Pasuruan ke Polres Pasuruan pada 20 Oktober 2018, proses kemudian berlanjut dengan turunnya petunjuk dari Kapolres pada Selasa, 06 November 2018 yang intinya proses dilanjutkan.
     Setelah satu bulan berlalu dengan tiada kabar lanjutan, Rabu (12/12) muncul kabar baru dengan dipanggilnya sang pengadu, yakni Wakil Ketua Konmas Anak Pasuruan, Daniel untuk dilakukan pemeriksaan.
    Daniel kepada Pojok Kiri, Kamis (13/13) membenarkan adanya pemanggilan untuk pemeriksaan oleh polisi terhadap dirinya.
Salah satu pamflet dengan tulisan tak senonoh yang ada di demo siswa siswi

    "Betul, Rabu (12/12) saya menjalani pemeriksaan polisi terkait kasus demo yang terjadi di SMKN 1 Rembang 11 Oktober lalu. Inti dari pemeriksaan terhadap saya, menanyakan alasan kenapa saya melapor. Saat itu saya jelaskan, bahwa pokok permasalahannya adalah adanya pamflet yang dibawa siswa siswi saat unjuk rasa, yang bunyinya mengandung unsur pornografi. Disini saya menduga ada dalang atau aktor yang mengerahkan mereka. Aktor ini yang harus diungkap, "ujar Daniel.
     Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima YP saat dikonfirmasi Pojok Kiri, Kamis (13/12) juga membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Daniel dari Komnas anak selalu pelapor. Dalam hal ini, Kasat mengaku pemanggilan masih pada tahap klarifikasi.
    Menurut Kasat, kasus ini akan tetap diproses karena sudah ada pengaduan. Bahkan pihaknya telah menerjunkan anggotanya ke tempat kejadian demo, yakni SMKN 1 Rembang.
Salah satu pamflet dengan tulisan tak senonoh yang ada di demo siswa siswi

     "Hari ini (13/12), saya sudah perintahkan anggota untuk turun ke SMKN Rembang. Intinya perkara ini kita proses sesuai hukum, "ucap Kasat Reskrim.
     Untuk diketahui, ikhwal pengaduan yang dilakukan Komnas Anak Pasuruan ini karena adanya tulisan tak senonoh di pamflet yang dibawa siswa siswi saat demo.
    Berbagai tulisan itu diantaranya berbunyi 'Harga SPP-ku Iebih mahal dari purelku', 'Timbang duwekku gae bayar SPP, mending tak gawe bayar kamaran wae' yang maksudnya adalah kamar vila dan lain sebagainya.
    Tujuan dari demo itu sendiri adalah untuk mendesak agar kepala sekolahnya yang bernama Samsuri segera keluar dari sekolah alias mundur dari jabatannya sebagai kepala sekolah karena dinilai sangat otoriter. Sayang demo itu timbul cedera karena adanya pamflet bertuliskan kurangajar tersebut. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas