Anggap Kasus Begal Puspo Tak Masuk Akal, Jaini Yang Dituduh Sebagai Pelaku Dibebaskan Hakim

Baca Juga

Jaini yang telah bebas

Pasuruan, Pojok Kiri
     Jaini bin tomo (20) warga Dusun Watugentong, Desa Ngantungan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan yang dijebloskan penjara dan menjalani sidang karena diduga sebagai pelaku begal dibebaskan oleh hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bangil Selasa (11/12) lalu.
    Ketua majelis hakim, Afif Januarsyah Saleh didampingi hakim anggota, Doni Riva Dwiputra dan Hendry Satrio menganggap kasus yang maju ke persidangan ini sangat janggal.
     Disebutnya, saat pemeriksaan di persidangan, saksi korban yang bernama Maya Afry Nadilla (20) saat dibegal mengaku dibuntuti begal yang jumlahnya 4 orang. Kemudian terjadilah kejar-kejaran dengan kecepatan tinggi. Pada saat itu, korban dipepet lalu kunci motor diambil dalam posisi kecepatan tinggi, sedang korban tidak jatuh.
    Cerita yang tak masuk akal itu membuat hakim berkesimpulan perkara ini sangat janggal. Oleh karenanya, hakim lalu memutuskan terdakwa Jaini bebas.
    Selain catatan itu, dalam persidangan sebagaimana disampaikan pengacara terdakwa, Abdul Harist, banyak kejanggalan lain saat penangkapan oleh polisi.
Saat persidangan berlangsung

    "Terungkap di persidangan, saat kejadian berlangsung pada Sabtu, 2 Juni 2018, klien saya Jaini masih ada di tempat kerjanya sebagai kuli bangunan di Surabaya. Saksi-saksi teman kerja Jaini tahu semua. Kemudian Jaini pulang jam 5 sore dibonceng mandornya bernama Idrus, sampe di rumah jam 7 malam. Lalu dasar penangkapan oleh polisi ini apa, "ujar Harist.
     Atas fakta-fakta dalam persidangan, Jaini terbukti bukan pelaku begal, Hakim lalu memutus terdakwa bebas. Ia juga merintahkan agar terdakwa dibebaskan dari tahanan, serta agar terdakwa dipulihkan haknya dalam kemampuan, kedudukan, serta harkat martabatnya.
     Sementara itu, atas putusan ini, JPU Muzakki mengaku akan melakukan langkah kasasi. Muzakki menilai, hakim hanya mengambil satu pertimbangan, yakni terkait kejanggalan kejadian begal yang menyebut pelaku mencabut kunci motor saat kecepatan tinggi dan korban tidak jatuh.
    "Hakim tidak mempertimbangkan bukti-bukti yang kami sampaikan, makanya kami akan lakukan langkah kasasi. Kami yakin kasasi nanti diterima, "ucap Muzakki.
    Jaksa sendiri dalam tuntutannya, telah menjatuhkan 9 tahun penjara terhadap terdakwa Jaini. Jika dalam kasasi nanti diterima, Jaini akan merasakan dinginnya penjara selama 9 tahun.
     Untuk diketahui, Seorang begal diringkus tim Unit Reskrim Polsek Puspo pada 2 Juni 2018 lalu  Ia bernama Jaini warga Dusun Watugentong, Desa Ngantungan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.
     Saat itu ia ditangkap sedang berada di Jalan raya Dusun Kebon Tengah, Desa Puspo, Kec. Puspo Kab. Pasuruan pada Selasa, 4 Junj 2018.
    Namun setelah dilakukan pembuktian dalam persidangan, ternyata Jaini tidam terbukti sebagai begal. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas