Perjuangan Panjang Buruh PT TAP Hantar Bosnya DalamTuntutan 1, 5 Tahun Penjara

Baca Juga

Buruh PT TAP

Pasuruan, Pojok Kiri
     Setelah berjuang selama 2 tahun, buruh PT. Tirtajaya Adi Perkasa (TAP) Gempol, Kabupaten Pasuruan akhirnya mampu membawa bosnya yang bernama Yohanes Hartanto dalam bayang-bayang penjara cukup lama.
    Kamis (22/11), Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hendi dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan menuntut Yohanes Hartanto dengan hukuman penjara selama 1, 5 tahun penjara dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Bangil.
    Tuntutan ini menurut Hendi karena Yohanes Hartanto selaku bos PT TAP terbukti tidak membayar karyawannya berdasarkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang berlaku saat itu yakni tahun 2016.
     Kasus buruh PT TAP ini memang sangat fenomenal. Hal ini bermula ketika sebanyak 75 karyawan tidak boleh mengikuti kerja secara sepihak alias dipecat karena menuntut diberikannya upah sesuai UKM kala itu. Saat itu UMK Kabupaten Pasuruan sebesar Rp 2, 7 juta. Namun pihak PT TAP hanya membayar sebesar Rp 2, 2 juta saja.
    Pembayaran di bawah UMK ini membuat buruh bergolak. Mereka lalu melakukan demo dan menuntut upah dibayar sesuai UMK.
    Namun nasib apes justru menimpa para buruh. Bukannya gaji sesuai besaran UMK dipenuhi, sebanyak 75 karyawan malah dipecat karena dianggap sebagai provokator.
    Sejak pemecatan itu, para buruh terus berjuang. Mereka melakukan demo dengan membuat gubug di depan perusahaan.
    Tak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para buruh yang didominasi perempuan ini setiap hari mengemis. Aksi ini mereka lakukan sejak 16 Januari 2016.
    Selain mengemis, perjuangan secara hukum juga dilakukan. Berkali-kali upaya dilakukan para buruh untuk meminta hak gajinya karena mereka merasa masih jadi karyawan dengan alasan pemecatan yang dilakukan menyalahi aturan.
    Namun upaya itu kandas, Pemkab Pasuruan temasuk Bupati juga tak mampu berbuat apa-apa. Merekapun terlunta-lunta.
    Perjuangan mereka lalu beralih. Dari sebelumnya mereka meminta hak gaji dan pesangon, sikap cuek perusahaan akhirnya memaksa mereka melaporkan bos PT TAP dari sisi pidananya, yakni membayar upah di bawah UMK. Hasilnya, setelah melalui sidang sekitar 4 bulan, Yohanes Hartanto sang bos PT TAP akhirnya dituntut 1, 5 tahun penjara. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas