Jika Buruh Ngotot Gaji Minta Rp, 4, 2 Juta, Apindo Prediksi Banyak Perusahaan Hengkang Dari Kabupaten Pasuruan

Baca Juga

Apindo saat bahas gaji buruh dengan dewan pengupahan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Rapat yang dilakukan antara Dewan Pengupahan Kabupaten Pasuruan dengan Assosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan serikat pekerja di aula kantor Disnaker Kabupaten Pasuruan, Selasa (06/11) hingga Rabu (07/11) berakhir deadlock. Hal ini terjadi karena Apindo dengan serikat pekerja tidak berhasil menuai kata sepakat terkait besaran gaji buruh yang diajukan.
     Dalam hal ini, pihak buruh yang diwakili oleh serikat pekerja, mengajukan UMK untuk wilayah Kabupaten Pasuruan tahun 2019 sebesar Rp. 4, 2 juta. Sementara pihak Apindo merasa keberatan dengan angka tersebut.
     Pihak Apindo sendiri telah memiliki patokan besaran UMK ditahun 2019 sebesar Rp. 3, 8 juta perbulan. Hal ini seperti disampaikan Frans Don Bosco, juru bicara Apindo Kabupaten Pasuruan.
     "Patokan kami PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Disitu diatur, pengajuan besaran UMK didasarkan pada perhitungan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Jika merujuk pada inflasi saat ini dan tahun depan, angka pertumbuhannya tak lebih dari 2, 88 persen, sedang pertumbuhan ekonomi berkisar 5,15 persen. Dari hasil perhitungan tersebut, maka UMK 2019 sudah kami hitung sebesar Rp. 3, 8 juta tidak lebih, "ujar Don Bosco.
     UMK Rp. 4, 2 juta yang diajukan buruh menurut Don Bosco sangat memberatkan bagi para pengusaha. Ini dikarenakan selain harus membayar upah pekerja, pihak pengusaha juga wajib menyediakan kesejahteraan lainya, diantaranya makanan, susu, hingga iuran BPJS.
     "Jika besaran UMK Rp. 4, 2 juta diteruskan, saya prediksi akan banyak perusahaan yang gulung tikar atau mengalihkan usahanya daerah lain, "ucapnya. (nto)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas