Tingkatkan Disipliin Guru PNS, Absensi Fingerprint Segera Diterapkan Di Seluruh SD dan SMP Negeri Kabupaten Pasuruan

Baca Juga

Dr. H. Iswahyudi, M. Pd, Kadispendik Kabupaten Pasuruan

Pasuruan, Pojok Kiri
    Dari sisi kedisiplinan pegawai di Kabupaten Pasuruan, saat ini untuk seluruh aparatur sipil negara (ASN) atau yang umum disebut pegawai negeri dalam absen kehadirannya sudah menerapkan faceprint atau absen wajah. Namun hal ini belum diterapkan di sektor pendidikan.
    Atas pertimbangan demi lebih mendisiplinkan kehadiran guru negeri serta pegawai yang sudah berstatus negeri (PNS, red), Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan tahun ini sudah merencanakan untuk memasang jenis absensi yang sudah populer di era digital saat ini, yang nantinya akan diterapkan di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri.
   Akan tetapi sebagaimana disampaikan Kadispendik Kabupaten Pasuruan, Dr. H. Iswahyudi, M. Pd, Rabu (17/10), untuk tingkat sekolah belum pada penggunaan faceprint, tetapi akan menggunakan fingerprint atau absen sidik jari.
    "Untuk rencana penerapan absen fingerprint sudah matang, saat ini masih dalam proses pengadaan, jadi nantinya seluruh guru atau pegawai sekolah non guru yang berstatus pegawai negeri dalam absennya wajib menggunakan fingerprint. Tujuannya tentu saja demi meningkatkan kedisiplinan pegawai, termasuk memudahkan penilaian terhadap para pegawai tersebut, "ujar Iswahyudi.
    Data yang didapat Pojok Kiri dari Dispendik, di Kabupaten Pasuruan untuk jumlah SD Negeri tercatat sebanyak 633. Sedang untuk SMP Negeri sebanyak 66.

   Lepas dari itu, Iswahyudi menjelaskan, ada catatan banyak kelebihan saat menggunakan absensi fingerprint ini. Diantaranya terang Iswahyudi, mesin ini mampu memudahkan pihak pengelola data untuk mengolah data sidik jari yang sudah terkumpul karena software dari mesin yang sudah terhubung dengan komputer, sehingga pembuatan laporan bisa dikerjakan dengan cepat serta akurat.
    Ia menambahkan, absen fingerprint ini juga mampu menghindarkan dari kecurangan. Jika sistem absensi dengan cara yang tradisional sangat rentan dengan oknum pegawai yang suka membolos, datang terlambat, serta titip absen, dengan menggunakan fingerprint sebagai absensi utama, maka pegawai tidak akan bisa memalsukan data kehadiran serta datang terlambat karena pegawai sendiri yang harus melakukan proses verifikasi dengan jari mereka sehingga tingkat kecurangan bisa diminimalisir.
     "Yang paling penting, dengan absensi fingerprint ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pegawai. Secara tidak langsung penggunaan mesin ini berfungsi sebagai alat untuk mendisipilinkan. Karena pegawai dituntut untuk datang tepat waktu, hal ini dikarenakan mesin sudah merekam jadwal kedatangan, sehingga keterlambatan dalam waktu yang sedikit saja bisa mempengaruhi penilaian terhadap pegawai, "papar Iswahyudi. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas