Keluarkan Kata 'Jancok', Dipukul Guru, Siswa MTs NU Al-Faqiyah Babat Lapor Polisi

Baca Juga

Denny dan Sochib, Bapak anak saat melapor di Polsek Gempol

Pasuruan, Pojok Kiri
     Tak terima karena dipukul oleh gurunya sendiri, Denny (15) warga Dusun Keboireng, Desa Ngerong dengan didampingi ayahnya bernama Sochib (53) lapor ke polisi.
     Senin (29/10) siswa lapor polisi ini terjadi. Denny didampingi bapaknya mengaku tak terima. Anak dan bapak ini kompak melaporkan sang guru bernama Sutrisno (56) ke polisi agar dijadikan pelajaran.
     Kasus pemukulan itu terjadi di MTs NU Al-Faqiyah, Dusun Babat, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol.
    Informasi yang didapat Pojok Kiri dari Sutrisno sang guru, aksinya itu spontan dimulai saat Denny yang masih duduk di kelas IX terlambat mengikuti upacara bendera. Karena terlambat, Denny lalu dipanggil olehnya untuk menerima hukuman membaca Yasin.
    "Saat itu dia saya hukum dengan membaca Surah Yasin. Tapi dia tidak bisa membacanya. Karena tidak bisa, dia lalu saya suruh ambil sampah di kelas-kelas untuk dibuang digerobak sampah. Namun dia tidak mau malah mengumpat dengan kata 'jancok'. Mendengar itu, spontan saya langsung menjitak kepalanya, "ungkap Sutrisno.
     Usai dijitak oleh Sutrisno, Deny keluar lalu menyalakan mesin motor dengan keras. Ia lalu mengancam akan mengadukan ke orangtuanya.
     Mendapat laporan anaknya, si bapak yang gayanya sok 'yes' dan sok hebat dalam hal hukum ini lalu mengajak anaknya lapor polisi. Si bapak tak peduli meski anaknya kurangajar terhadap guru.
     Kapolsek Gempol, Kompol I Nengah Darsana membenarkan ada laporan kasus pemukulan oleh guru yang dialami siswa. Dalam hal ini I Nengah mengaku akan melakukan proses mediasi. (isb/mam)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas