Kasus SMKN 1 Rembang Finish Kacabdis: Semua Sudah Saling Minta Maaf

Baca Juga

Indah Yudiani, Kacabdis Pendidikan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Demo siswa siswi SMKN 1 Rembang pada Kamis (11/10) lalu sedikit banyak telah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Pasuruan, khususnya tingkat sekolah kejuruan. Adanya tulisan-tulisan tak pantas yang terpampang pada pamflet yang dibawa para siswa siswi membuat SMKN 1 Rembang menjadi sorotan masyarakat luar sekolah.
    Demo yang bertujuan menggulingkan Kepala Sekolah yang bernama Samsuri saat itu menjadi viral yang kemudian membuat DPRD Kabupaten Pasuruan turun tangan, termasuk Komnas anak juga ikut turun guna mencari tahu siapa dalangnya.
    Banyak catatan yang berhasil didapat oleh Pojok Kiri atas kejadian memalukan tersebut. Beberapa diantaranya, munculnya saling curiga antar guru, saling bungkam, saling ketakutan, yang hal ini juga dialami para siswa siswi.
   Sejauh ini seperti dikatakan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Pasuruan, Indah Yudiani, dalam aksi yang dilakukan siswa siswi memang bukan murni pemikiran mereka. Artinya ada aktor dibalik demo memalukan itu. Hal ini juga diakui oleh Kepsek Samsuri saat bicara di hadapan Komisi 4 DPRD Kabupaten Pasuruan.
      Lepas dari itu, Pojok Kiri yang berkesempatan berbincang dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Pasuruan, Indah Yudiani, Rabu (17/10), Istri Kadispendik Kabupaten Pasuruan ini mengatakan, jika untuk permasalahan di SMKN 1 Rembang sudah selesai. Artinya menurut dia, semua pihak, baik Kepala Sekolah, perwakilan siswa, serta beberapa nama yang dituding sebagai aktornya sudah datang untuk mengklarifikasi dan minta maaf.
    "Sudah, semua sudah merapat ke saya, intinya permasalahan ini minta tidak diperpanjang, mereka semua ingin bekerja sebagai guru yang baik. Semua sudah saling memahami, jadi permasalahan ini sudah selesai, "ucap Indah Yudiani.
    Namun demikian menurut Indah, kejadian di SMKN 1 Rembang ini supaya menjadi catatan semua sekolah menengah, agar jika ada permasalahan segera diselesaikan melalui musyawarah.
    "Antara kepala sekolah dan guru harus terjalin komunikasi yang baik, tidak kuat-kuatan, tidak merasa paling senior.  Semua dapat diselesaikan melalui komunikasi. Semoga ini tidak terjadi lagi, lebih-lebih melibatkan siswa siswi yang harusnya mereka fokus pada belajar, "tukasnya. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas