Daniel: Wakil Rakyat Jangan Racuni Otak Anak #Komnas Anak Minta Ayub Buktikan Ucapannya

Baca Juga

Daniel saat bareng Hotman Paris

Pasuruan, Pojok Kiri
     Statemen Ayub, Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Pasuruan yang menyebut bahwa tulisan tak senonoh di pamflet yang dibawa siswa siswi saat demo (11/10) merupakan ide dari siswa siswi sendiri mendapat kecaman keras dari Komnas Anak Pasuruan, Daniel Efendi.
    Kepada Pojok Kiri, Senin (22/10), Daniel meminta kepada Ayub untuk bisa membuktikan ucapannya.
     "Tolong buktikan jika pamflet yang bertuliskan 'harga SPP ku lebih mahal dari purelku, 'daripada bayar SPP mending buat sewa kamaran' dll itu murni ide dari anak-anak. Jika berucap harus dibuktikan. Jangan sampai ucapan tanpa bukti malah meracuni otak anak-anak, "ujar Daniel.
    Daniel juga menyesalkan statemen Ayub yang menganggap langkah hukum tidak dewasa. Ia menegaskan, justru dengan langkah hukum yang dimulai dengan pengaduan, tujuannya untuk mencari fakta sebenarnya.
Ayub, Wakil Ketua Komisi 4

    "Sangat naif bagi seorang anggota DPRD bilang langkah hukum tidak dewasa. Justru sebuah fakta kebenaran akan terungkap melalui langkah itu. Indikasi adanya aktor dibalik demo di SMKN 1 Rembang itu sudah jelas. Banyak alasan bagi kami Komnas anak, jika anak-anak yang berstatus sebagai siswa siswi itu dijadikan alat, "tukas Daniel.
    Daniel menjelaskan, saat kedatangannya ke SMKN 1 Rembang, Selasa (16/10), ia mendapatkan penjelasan bahwa 80 persen guru tidak suka dengan kepemimpinan Kepsek Samsuri. Hal ini menurutnya karena Samsuri dianggap otoriter.
   "Saya sudah menggali banyak informasi kenapa Kepsek tidak disuka. Samsuri ini menerapkan kedisiplinan terhadal siswa dan guru. Jam 7 semua harus sudah masuk sekolah, lalu guru sesuai jam dinas harus pulang jam 3 sore. Jika ada yang telat masuk maka pagar dikunci. Demikian juga jika ada guru yang pulang tanpa alasan sebelum jam pulang maka akan dikenakan sangsi. Ini kemudian memicu ketidak sukaan, karena sebelumnya guru usai mengajar banyak yang pulang. Nah dari sini saya melihat ada hal yang menjadi alasan kenapa demo itu muncul dengan memanfaatkan anak-anak. Pembuktiannya tentu lewat jalur hukum, tidak malah menolak bahkan mengatakan proses hukum itu tidak dewasa. Aneh ada anggota DPRD seperti ini menurut saya, "tukas Daniel.
    Sementara itu, Ayub berdalih, bahwa apa yang diucapkan itu sudah melalui investigasi.
     "Meskipun belum real (nyata, red), tapi saya sudah lakukan investigasi awal, "ujar Ayub. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas