Ada Nada-Nada Ancaman, Kepsek Ketakutan, Sedang Para Guru Mengaku 'Down' #Buntut Demo Siswa Siswi SMKN 1 Rembang

Baca Juga

Kepsek, Samsuri dan Waka Humas, Iqbal

Pasuruan, Pojok Kiri
   Demo yang dilakukan siswa siswi SMKN 1 Rembang, Kamis (11/10) lalu berdampak psikologi yang luar biasa pada guru. Hal ini terungkap saat Kepala sekolah, Samsuri bersama Waka Kurikulum, Wijayanti, dan Waka Humas, Iqbal diundang untuk didengar ceritanya oleh Komisi 4 DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (15/10).
    Dalam pertemuan yang dilakukan di ruangan Komisi 4 itu, Waka Humas, Iqbal menyampaikan situasi saat ini di kalangan guru, ketika Ketua Komisi 4 DPRD memberikan waktu kepada wartawan untuk bertanya.
   Ada pertanyaan yang disampaikan wartawan ke Kepala Sekolah SMKN 1 Rembang, Samsuri. Apa langkah hukum sekolah pasca demo yang ditengara ada pihak yang mengkoordinir dan memprovokasi siswa serta menyediakan pamflet bertuliskan banyak kalimat bernada pornografi, serta sudahkan sekolah membentuk tim pencari fakta untuk itu?
   Munculnya pertanyaan itu membuat Samsuri gelagapan yang seolah takut untuk menjawab. Bahkan saat ditanya apa sanksi yang diberikan jika ada oknum guru sendiri yang memprovokatori demo siswa siswi Kamis (11/10) lalu, Samsuri terlihat begitu ciut untuk menjawab dengan tegas. Ia seolah ketakutan, ada apa?
     Melihat kondisi ini, Waka Humas, Iqbal mengambil alih jawaban dengan menyampaikan fakta bahwa saat ini para guru di SMKN 1 Rembang semuanya memang ketakutan. Menurutnya ada nada-nada ancaman meski secara tidak langsung.
    "Secara psikologis, semua guru di SMKN 1 Rembang saat ini down (tertekan, red). Kita mau ngomong apa takut. Apalagi para guru rata-rata dari luar Rembang, yang asli Rembang hanya Tiga orang. Suara-suara bernada ancaman, manakut-nakuti sempat ramai di kalangan guru. Misal, awas kalau bicara, nanti kenapa-kenapa, dan kalimat-kalimat lain yang membuat semua guru termasuk saya down. Dalam hati saya sendiri ingin mundur ngajar di SMKN Rembang. Tapi karena tugas, saya kuat-kuatkan, "ungkap Iqbal.
    Sementara itu, Samsuri sendiri mengaku memang sudah tidak betah menjadi Kepala Sekolah di Rembang. Menurutnya sudah satu tahun lalu ia mengajukan pindah tapi belum ada respon.
    "Mudah-mudahan dengan kejadian ini ada hikmahnya, saya bisa cepat pindah, "ucapnya. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas