RUNNING NEWS :
Loading...
FEEDS
Cari Kami di Google

Asyik Ngopi Di Bangilan, Pemuda Asal Lekok Tewas Dibacok

Korban, Rojali

Pasuruan, Pojok Kiri
     Nasib nahas dialami oleh seorang pemuda asal Desa Balunganyar, Kecamatan Lekok bernama Rojali (20). Ia tewas dalam kondisi bersimbah darah usai dibacok oleh sekelompok pemuda saat ia asyik ngopi di warung kopi depan Ruko Jalan WR. Supratman 28, Kelurahan Bangilan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Sabtu (19/10) sekira pukul 23.00 WIB.
     Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso membenarkan aksi pembacokan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda tersebut
     "Benar tadi malam (19/10) ada korban pembacokan di wilayah Bangilan, Kota Pasuruan, "ucapnya.
     Menurut Kasatreskrim, awal pembacokan bermula saat korban dan Empat temannya datang ke warung kopi dengan membawa motor. Mereka kemudian memesan dan menikmatinya.
     Tiba-tiba sekelompok pemuda diperkirakan berjumlah 8 orang menghampiri. Salah satu dari pemuda yang datang bertanya siapa pemilik motor Satria warga pink (merah muda, red) yang ada di lokasi.
     Mendapat pertanyaan itu, teman korban spontan menyebut nama korban Rojali.
     Tak banyak omong, salah satu pelaku langsung mengeluarkan sebuah celurit dan membacokan ke arah punggung dan kepala Rojali.
     Setelah membacok para pelaku kabur meninggalkan korban yang sudah bersimbah darah.
     "Korban sempat dibawa temannya ke RSUD dr R. Soedarsono Kota Pasuruan, namun nyawanya tak tertolong, "kata Kasat Reskrim.
     Pasca aksi pembacokan itu, tim reskrim lalu melakukan pengejaran terhadap pelaku. Hasilnya, dalam waktu kurang dari 24 jam, ke 8 pelaku berhasil diamankan.
     "Minggu pagi (20/10), para pelaku semuanya berhasil kami amankan. Dari ke Delapan pelaku, hanya Tiga yang kami tetapkan menjadi tersangka. Sebab Tiga pelaku ini merupakan pelaku inti, "terang Kasat.
     Dalam penangkapan pelaku pembacokan ini salah satu pelaku bernama Roni (18) warga Desa Semedu, Kecamatan Lekok, terpaksa harus berjalan miring. Sebab kakinya mendapat hadiah peluru.
    Menurut Kasat Reskrim, pelaku bernama Roni melawan saat ditangkap. (Isb)

Kebakaran Hutan Arjuno-Welirang, Asper Pasuruan Mbidek

Kebakaran Arjuno- Welirang, Inzet : Asper Nur Ikhsan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di gunung Arjuno-Welirang, tepatnya di lereng Ringgit selama beberapa hari ini membuat para relawan dari Polri, TNI maupun para pencinta alam berjibaku untuk memadamkan.
      Api saat ini sudah membakar sekitar 1228 hektar lahan hutan dan 624 hektar lahan Tahura R. Soerjo dan hutan lindung Indrokilo.
     Ironisnya, saat para relawan sibuk memadamkan api, ternyata hingga kini, Perum Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pasuruan belum menerjunkan personilnya untuk membantu proses pemadaman. Hal ini sebagaimana dikatakan salah satu relawan dari pos tanggap bencana yang berada di Tretes, Kecamatan Prigen, Fathur.
    Fathur sangat menyayangkan sikap dari pihak KPH wilayah Lawang Barat yang tutup mata. Kesan Fathur, mereka seolah-olah menganggap bencana kebakaran ini bukan tanggung jawabnya.
     "Mulai dulu jika terjadi kebakaran hutan, personil Perhutani tidak pernah membantu untuk proses pemadaman, "ungkap Fathur
     Sayangnya, Pojok Kiri yang berusaha menghubungi Asisten Perhutani (Asper) Pasuruan wilayah Lawang Barat, Nur Ikhsan tidak berhasil. Beberapa kali dihubungi lewat telpon tidak direspon. (isb)

Mangkir 3 Kali Panggilan Jaksa, 2 Tersangka Dugaan Korupsi TKD Bulusari Dijemput Paksa

Yudono dan Bambang saat proses penahanan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Yudono, mantan Kepala Desa dan Bambang Nuryanto mantan Ketua BPD Bulusari, Kecamatan Gempol dijemput paksa oleh tim penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Kamis pagi (17/10) sekira pukul 05. 00 WIB.
    Penjemputan paksa ini dilakukan setelah keduanya selalu menghindar dari panggilan yang sudah 3 kali dilayangkan.
    Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra kepada wartawan menyampaikan, Yudono dan Bambang Nuryanto sejak ditetapkan tersangka tidak kooperatif saat dipanggil. Mereka kompak tidak datang dengan alasan sakit bahkan tanpa alasan untuk panggilan ke Dua dan Ke Tiga.
     Sementara itu, saat proses penangkapan atau penjemputan paksa, tim dari seksi Pidana Khusus tidak mengalami kesulitan. Sebab saat dilakukan jemput paksa, Yudono masih dalam kondisi tertidur di ruang tamu rumahnya.

    Demikian juga dengan Bambang, mereka sama-sama sedang menikmati mimpi, tanpa sadar jika dirimya sudah ditunggu oleh tim dari Kejari Kabupaten Pasuruan.
     Pagi itu, ke Duanya lalu digelandang menuju kantor Kejari Kabupaten Pasuruan di Raci.
     Setelah berada di kantor Kejari, ke Duanya menunggu proses penahanan. Selama proses menunggu itu, ke Duanya didatangi pengacaranya lalu melakukan upaya agar kliennya tidak ditahan.
    Namun karena sikap Yudono dan Bambang tidak kooperarif, jaksa dengan kewenangan subyektifnya dikhawatirkan tersangka melarikan diri, maka keduanya dilalukan penahanan.
    Proses penahanan ini dilakukan jaksa sekira pukul 15. 15 WIB. Keduanya ditahan selama kurun waktu 20 hari ke depan.
     Kasi Pidsus Denny Saputra menegaskan, untuk penahanan yang dilakukan sudah sesuai prosedur hukum.
     Sementara itu, pengacara Yudono, Nur Qosim mengaku akan melakukan upaya hukum berupa praperadilan, serta upaya penangguhan penahanan karena kliennya sedang sakit dan masih dalam upaya menggugat secara perdata atas tanah yang dianggap milik desa.
     "Kami akan upaya hukum praperadilan. Sebab tanah yang dianggap sebagai tanah kas desa (TKD) itu sebenarnya tanah milik pribadi. Saat ini masih proses gugatan perdata. Untuk upaya penangguhan penahanan juga akan kami lalukan karena klien kami sedang sakit, "ujar Nur Qosim.
     Untuk diketahui, ditahannya Yudono dan Bambang ini karena keduanya diduga telah melakukan korupsi uang negara melalui giat penambangan tanah kas desa (TKD).
    Hasil dari penambangan itu tidak dimasukkan kas desa, akan tetapi digunakan untuk kepentingan sendiri.
    Hasil lidik hingga penyidikan di tingkat Kejari Kabupaten Pasuruan, sebagaimana dikatakan Kasi Pidsus,  jumlah uang negara yang dinikmati oleh kedua tersangka mencapai Rp. 3 milyar. (Lis)

Mantan Kasi Pidum Kejari Belawan Tempati Jabatan Kasi Pidum Kejari Kabupaten Pasuruan

Saat prosesi serah terima jabatan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Posisi Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Kabupaten Pasuruan yang sebelumnya dijabat Normadi Elfajr, Rabu (16/10) ditempati wajah baru.
     Kasi Pidum yang menggantikan Normadi adalah Sahat Robert Parulian Simatupang, SH. MH yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Pidum Kejari Belawan, Sumatra Utara.
     Sementara itu, untuk Normadi, mantan Kasi Pidum yang menjabat di Kejari Kabupaten Pasuruan sejak 4 April 2018 lalu, kini menempati posisi sebagai Kasi Perdata Dan Tata Usaha Negara (Datun) di Kejari Surabaya.
    Prosesi serah terima jabatan dari Kasi Pidum lama ke Kasi Pidum baru dilaksanakan di kantor Kejari Kabupaten Pasuruan, Rabu (16/10) sekira pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh Kajari Kabupaten Pasuruan, H.M Noor HK, SH, MH.
     Di hari yang sama giat ramah tamah pisah kenal juga dilakukan untuk melepas Normadi mantan Kasi Pidum dan menyambut Kedatangan Kasi Pidum baru Robert Parulian Simatupang, SH. MH. (Lis)

Permintaan Maaf Plt Direktur RSUD Bangil Sangat Memukau, Keluarga Korban Dan Anggota DPRD 'Terhipnotis'

Agung Basuki Plt Direkrur RSUD Bangil

Pasuruan, Pojok Kiri
     Dalam pertemuan antara manajemen RSUD Bangil dengan keluarga korban Eko BS, pasien yang meninggal dunia akibat dugaan kelalaian RSUD Bangil yang difasilitasi oleh DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (14/10) secara mutlak di permukaan ada "Kemenangan" yang diraih oleh manajemen RSUD Bangil.
    Dalam hal ini, diplomasi dari sang Plt Direktur, Agung Basuki yang menggunakan jurus meminta maaf dan disampaikan berkali-kali dengan kalimat sangat menghibah membuat keluarga korban akhirnya memaafkan.
     Catatan menariknya dalam pertemuan tersebut, sejumlah anggota dewan Komisi 4 yang hadir juga ikut terlena dengan jurus sakti Agung Basuki yang dalam penyampaiannya selain minta maaf juga menyalahkan anak buahnya yang tidak merujuk langsung si pasien.
    "Anak buah saya salah, harusnya sejak awal masuk sudah dirujuk, sebab RSUD Bangil memang tidak mampu mengobati pasien dengan sakit yang diderita, "kata Agung.
     Cerdik dan pandai, kemampuan Agung Basuki berdiplomasi akhirmya mampu megalihkan perhatian, sehingga para anggota komisi 4 yang hadir lebih pada menasehati agar RSUD Bangil ke depannya bisa memberi pelayanan yang lebih baik.
     Demikian juga dengan Wakil Ketua, Andre Wahyudi yang memimpin rapat. Ia bahkan memberi kesempatan agar RSUD Bangil mengajukan anggaran untuk memenuhi kebutuhannya termasuk mengkritik taman yang kurang segar.
     Pembicaraan yang bias kemana-mana tanpa fokus pada persoalan matinya pasien Eko BS ini menunjukkan hebatnya Agung Basuki dalam berdiplomasi. Saking hebatnya, pertemuan yang masih diselimuti duka keluarga korban tersebut masih sempat-sempatnya tercetus canda tawa.
     Melihat wajah istri korban yang dipanggil mbak iin dan saudaranya yang bermimik sedih bahkan sempat menangis kala disampaikan anaknya yang masih kecil selalu mencari ayahnya, tak ada satupun anggota dewan yang melihat ke arah itu, kecuali Joko Cahyono yang juga keluarga korban.
    Kehebatan diplomasi Agung Basuki ini akhirnya berbuah pada saling memaafkan di permukaan.
    Joko Cahyono di sela permintaan maaf Agung hanya meminta dua syarat, yakni manajemen mencabut rilis yang tersebar karena dianggap penuh kebohongan, dan memberi sanksi kepada dokter serta pihak yang ikut terlibat dalam kematian korban tanpa meminta pertanggungjawaban kepada manajemen RSUD Bangil.
     Catatan yang perlu digarisbawahi, dokter Vidya Eka Damayanti dalam hal ini hanya pelaksana, yang paling bertanggungjawab tentu adalah pimpinannya. (Lis)
PERISTIWA
KRIMINAL
POLITIK
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas