TERKINI

Kajari Kabupaten Pasuruan Pimpin Upacara Renungan Suci Di TMP Bangil

Kajari saat pimpin upacara renungan suci

Pasuruan, Pojok Kiri
     Tepat pukul 00.00 WIB, Sabtu 17 Agustus 2019, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Pasuruan secara khusuk menundukkan kepala di hadapan para pahlawan yang telah gugur dalam berjuang melawan penjajah demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
     Kegiatan apel kehormatan dan renungan suci dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke 74 ini digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bangil.
     Pada kegiatan yang sangat sakral ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Pasuruan, H.M Noor HK, SH, MH mendapat kehormatan sebagai inpektur upacara.

     Sementara itu, seluruh jajaran Forkompimda, mulai Bupati, Wakil Bupati, unsur TNI dan Polri, termasuk seluruh struktural di bawahnya ikut hadir sebagai peserta upacara dalam renungan suci bentuk penghormatan terhadap para pahlawan tersebut.
    Lepas dari itu, naskah renungan yang dibacakan Kajari selaku inspektur upacara disebutkan, saat ini seluruh rakyat Indonesia bersama-sama menundukkan kepala untuk mengenang arwah para pahlawan nusa dan bangsa.
     "Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keridhoan, keikhlasan, kesucian pengorbanan para pahlawan demi kebahagiaan nusa dan bangsa. Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan para pahlawan adalah perjuangan kami, dan jalan kebaktian yang ditempuh adalah jalan kami juga. Kami berdoa semoga arwah para pahlawan diterima Tuhan Yang Maha Esa dan ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya, "ucap Kajari.

     Usai pembacaan naskah renungan, Kajari selaku inspektur upacara lalu menyalakan obor dan melakukan penyematan bunga dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, As'adul Anam.
     Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga yang dilakukan secara bersama-sama. (Lis)

Sejumlah Desa Di Kabupaten Pasuruan Alami Puncak Krisis Air, Air Umbulan Yang Melimpah Tampak Bagai Api Neraka!

Ilustrasi (by google)

Pasuruan, Pojok Kiri
     Rabu (14/08) sekira pukul 11.00 WIB, Pojok Kiri sempat mendatangi kantor Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan di Raci guna mengkonfirmasi kondisi terakhir sejumlah desa di wilayah Lumbang, Winongan, Pasrepan, Puspo, Kejayan yang konon mengalami bencana kekeringan dan kekurangan air yang parah.
     Namun salah satu staf BPBD menginfokan bahwa Kepala BPBD, Bakti Djati Permana sedang tidak ada di tempat.
     Pojok Kiri lalu menghubungi Bakti melalui ponselnya. Oleh dia dijawab, bahwa ia sedang berada pegunungan kawasan Pananjakan perjalanan menuju Ngadas, Tosari untuk mencari sumber air baru. Sumber air yang dicari ini menurut dia untuk mendapatkan solusi guna mengatasi krisis air yang melanda sejumlah wilayah yang saat ini di puncak kekeringan.
     "Harapannya jika menemukan sumber air bisa dialirkan ke bawah. Tapi setelah kami cari, semua sumber air yang ada sudah digunakan oleh waga setempat karena debitmya juga kecil, "ungkap Bakti.
     Jawaban yang disampaikan Bakti dapat disimpulkan, upaya pencarian sumber air baru guna disalurkan ke bawah gagal.
     Selama ini, demi memenuhi kebutuhan air atas sejumlah desa kekeringan yang konon berjumlah 23 desa, pihak BPBD setiap hari harus menyalurkan air menggunakan armada tangki ke sejumlah titik terjangkau.
    Menurut Bakti, armada tangki yang pasti rutin melakukan pengiriman air ada 5, dengan rincian 2 milik BPBD, 1 dari Dinas Sosial, 1 dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, dan 1 dari PDAM. Sementara, armada lain yang membantu ada beberapa dari perusahaan, akan tetapi tidak setiap hari, dan jangkauannya terbatas.
    Terkait pengiriman rutin air setiap hari ini, ada catatan mengkhawatirkan yang disampaikan Bakti. Dimana jumlah armada yang sedikit harus diforsir mengirim air ke daerah ketinggian seperti kawasan Lumbang. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran, kendaraan akan tumbang di tengah jalan.
     "Yang kami khawatirkan itu, armada kami harus menjangkau daerah kekeringan yang lokasinya tinggi. Setiap hari kami kirim 2 tangki untuk satu titik. Jika kendaraan terus kami paksa naik tanpa istirahat, khawatirnya akan jebol. Itu sebabnya bantuan perusahaan tidak ada yang berani terus naik. Takut jebol. Makanya kami coba mencari sumber air baru dengan harapan menjadi solusi, "tukas Bakti.
     Sebenarnya menurut Bakti, ada solusi yang bisa dilakukan Pemkab Pasuruan untuk mengatasi kekeringan di sejumlah desa ini, yakni dengan memompa air umbulan yang sangat melimpah untuk disalurkan ke atas. Akan tetapi solusi itu masih menjadi mimpi yang tak terwujud, karena rencana besar memompa air ke atas pasca berjalannya proyek spam umbulan ternyata gagal total.
     "Solusi terbaik memang memompa air umbulan ke atas itu, tapi kan proyeknya gagal, "ucap Bakti.
     Memang, dalam mega proyek umbulan yang diresmikan Juyuf Kala pada 20 Juli 2017 lalu itu sempat menjadi harapan warga yang selama ini desanya mengalami kekeringan. Nyatanya, hingga saat ini, warga hanya disuguhi pemandangan pipa pipa besar yang mengarah ke arah Surabaya yang nantinya membawa air umbulan untuk kesejahteraan warga daerah lain.
    Warga lokal Kabupaten Pasuruan sendiri hingga kini hanya bisa gigit jari dan mengalami sengsara dengan kekeringan yang dihadapi. Pepatah ayam mati di lumbung padi benar-benar terjadi. Sumber air umbulan yang melimpah nyatanya bak api neraka yang justru memanaskan hati mereka. (Lis)

Pria 57 Tahun Ditinggal Nyawanya Dalam Kamar Kos

Korban saat ditemukan



Pasuruan, Pojok Kiri
    Pria berusia 57 tahun bernama Abdul Kadir yang sebagaimana identitas beralamatkan Dukuh Wonokusumo Wetan 3/1, Rt 04/013, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam kamar kos tempat ia tinggal yang berada di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Selasa (13/08) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat ditemukan, pria malang itu dalan posisi tidur miring,
     Kanitreskrim Polsek Gempol, Iptu Slamet Aji saat dikonfirmasi mengakatan, korban meninggal pertama kali diketahui oleh tetangga kos korban yang bernama Nunuk.
     "Saksi terakhir bertemu korban pada Senin (12/08). Saat itu ia berpapasan dengan korban saat pergi ke kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi, korban diketahui kembali lagi ke kamarnya, "kata Slamet Aji.
     Keesokkan harinya, saksi Nunuk melihat lampu kamar korban tidak menyala, dan kondisi kamar tidur korban dalam keadaan terkunci. Saat diketuk, korban tidak ada reaksi.
    "Curiga terjadi apa-apa dengan korban, saksi lalu minta bantuan tetangga lain untuk mendobrak. Benar saja, setelah semua pada masuk kamar kos korban. Ternyata korban sudah dalam keadaan kaku, "ungkap Kanit, Slamet Aji.
     Dugaan sementara pihak kepolisian, penyebab kematian korban karena sakit. Sebab menurutnya, dalam tubuh korban tidak ditemukan bekas penganiayaan. (isb)

Rumor Kasus Dispora Hanya Mengarah Satu Tersangka #Kasi Pidsus: Itu Hoax, Proses Tetap Lanjut, Kami Sudah Bidik Tersangka Lain

Kasi Pidsus, Denny Syaputra

Pasuruan, Pojok Kiri
     Kasus dugaan korupsi di tubuh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan sejauh ini secara resmi telah menetapkan satu tersangka, yakni Lilik, mantan Kabid Olahraga yang kini berdinas di Bakesbangpol.
     Informasi terakhir dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, barang bukti terkait tersangka Lilik sudah lengkap termasuk adanya sebuah buku "pintar" yang konon mengarah keterlibatan tersangka lain.
    Namun seiring penetapan Lilik, rumor berhembus di luar bahwa untuk kasus dugaan korupsi di Dispora Kabupaten Pasuruan hanya akan menumbalkan satu orang, yakni Lilik saja.
    Pojok Kiri yang mengkonfirmasi Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra, Selasa (13/08) mendapatkan jawaban sebaliknya. Menurut Kasi Pidus Denny, pasca penetapan Lilik sebagai tersangka, pihaknya sudah mengantongi beberapa nama lain yang diduga ikut terlibat dalam mengeruk uang negara untuk kepentingan pribadi di Dispora tersebut.
     "Biarkan rumor berkembang seperti apa, yang pasti pihak kami (Kejari Kabupaten Pasuruan, red), tidak akan membiarkan para koruptor berkeliaran. Saat ini kami sudah mengumpulkan barang bukti dan akan memproses sesuai hukum. Dalam hal ini siapa saja yang terlibat segera kami tetapkan sebagai tersangka baru, "ancam Denny.
     Kepada Pojok Kiri, Denny mengaku pihaknya tidak bisa diintervensi oleh siapapun terkait kasus Dispora yang ditangani saat ini.
     "Silahkan saja jika ada pihak-pihak yang bermanufer, merasa dirinya sudah aman, tidak akan diproses. Secara profesional kami tegaskan, kejaksaan tetap berjalan sesuai relnya. Proses tetap berjalan, serta berdasarkan bukti-bukti yang kami kantongi, dalam waktu dekat akan ada tersangka baru yang kami tetapkan, "ucap Denny.
     Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi di Dispora Kabupaten Pasuruan yang ditangani Kejari Kabupaten Pasuruan telah menetapkan satu nama, yakni Lilik, mantan Kabid Olahraga sebagai tersangka.
    Dari tersangka Lilik ini, jaksa mendapati bukti-bukti, yang salah satunya disebut berupa sebuah buku 'pintar' yang isinya berupa catatan keuangan yang konon sebagai kunci keterlibatan beberapa nama lain.
     Untuk proses hukum Lilik, sejauh ini sebagaimana dikatakan Kasi Pidsus Denny sudah tinggal pemberkasan dan segera dilimpahkan ke pengadilan Tipikor.
     Informasi terakhir yang didapat Pojok Kiri, Senin (12/08), mantan Kepala Dispora, Munib yang saat ini menjabat Sekretaris DPRD Kabupaten Pasuruan telah diperiksa sebagai saksi atas tersangka Lilik.
     Atas pemeriksaan Munib ini, nenurut Denny, untuk saksi sudah lengkap hanya tinggal saksi ahli. Sedang barang bukti sudah lengkap.
     "Semua sudah lengkap tinggal pemberkasan dan pelimpahan saja. Waktunya sekitar satu minggu, "tukasnya.
     Disebut, pasca pemberkasan dan pelimpahan atas tersangka Lilik, pihak kejaksaan akan menggarap tersangka baru. Siapa dia, menurut Denny, tunggu saja saatnya. (Lis)

Mantan Kades Pucangsari Tewas Terlindas Tronton

Jasad korban usai dilindas tronton

Pasuruan, Pojok Kiri
     Samuji (49) warga Dusun Sudimoro, Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi, yang diketahui pernah menjabat kepala desa di desa tersebut tewas usai motor yang dikendarai menabrak median jalan di Dusun Kalitengah, Desa Karangjati Kecamatan Pandaan, Senin (12/08) sekitar pukul 12.45 WIB.
     Kronologi kejadian sebagaimana disampaikan Kanitlantas Polsek Pandaan, Iptu Supriyanto. Saat itu korban mengendarai honda Vario dengan nopol N 3011 TCN yang berjalan dari arah Selatan atau dari arah Malang menuju Pandaan dengan kecepatan tinggi.
     Sesampai di tempat kejadian, tiba-tiba motor yang ia kendarai oleng ke arah kanan dan menabrak median jalan hingga membuat tubuhnya terlempar ke kiri.
     Kemudian dari arah yang sama, melaju truk jenis tronton dengan nopol N 8410 US yang dikemudikan oleh Fitono (34) warga Dusun Sukorame, Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan. Sang supir tak mampu menghentikan laju truknya, sehingga melindas tubuh korban.
     "Tubuh korban terlindas roda belakang sebelah kanan. Kepala korban pecah dan perut sobek, "ujar Iptu Supriyanto.
     Usai kejadian, jasad korban dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Brimob Watukosek guna proses visum. (isb)

Pedagang Keluhkan Mahalnya Harga Cabai, Hanya Stok Sedikit Karena Tak Laku

Pedagang Pasar Pandaan, Sumarti

Pasuruan, Pojok Kiri
     Harga cabai saat ini yang mencapai kisaran Rp. 70 hingga 100 ribu perkilo gram membuat pedagang mengeluh. Pasalnya, tingginya harga cabai itu membuat mereka tak lagi mampu menjual cabai dalam jumlah banyak karena sepinya pembeli.
     Sumarti, salah satu pedagang di Pasar Pandaan yang ditemui Pojok Kiri, Kamis (08/08) mengatakan, tingginya harga cabai membuatnya terpaksa harus mengurangi stok cabainya karena pembeli sudah berkurang.
     "Tidak berani nyetok cabai banyak, sebab para pembeli saat ini belinya juga sedikit, "ungkap Sumarti.
     Harga cabai yang melonjak drastis selama 1 minggu terakhir ini juga dikeluhkan pedagang rujak cingur di Tamandayu, Juma'iyah. Ia yang memiliki pelanggan banyak, terpaksa meminta uang tambahan untul cabai kepada pembeli yang minta cabai di atas 10 untuk satu porsi.
     "Sebenarnya tidak enak harus minta tambahan uang cabai, tapi bagaimana lagi, kalau minta cabainya di atas 10 kan ga nutut harganya, "ucapnya lirih.
     Terkait tingginya harga cabai ini menurut Kadisperindag Kabupaten Pasuruan, Edy Suwanto saat dikonfirmasi Pojok Kiri, Kamis (08/08) lantaran saat ini belum musim panen.
     "Permintaan banyak, sedang pasokan sedikit, itu sudah biasa. Tidak lama lagi pasti turun, "ujarnya.
    Namun demikian, Edy mengaku terus memantau perkembangan harga cabai yang naik sebanyak 30 persen dalam satu minggu terakhir. Menurutnya, jika harga terus naik, pemerintah akan mengambil langkah operasi pasar agar kenaikan harga bisa dibatasi. (isb/lis)

Pasca Penetapan Lilik Sebagai Tersangka, Jaksa Kantongi Bukti Kunci Dugaan Keterlibatan Tersangka Lain

Kasi Pidsus, Denny Syaputra



Pasuruan, Pojok Kiri
     Kasus dugaan korupsi di tubuh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan terus memanas pasca penetapan tersangka mantan Kabid Olahraga, Lilik.
     Informasi yang didapat Pojok Kiri dari Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, Denny Syaputra, Rabu (07/08), saat ini barang bukti atas tersangka Lilik sudah lengkap. Satu dari bukti itu disebut ada hal kunci yang mengerucut pada dugaan keterlibatan calon tersangka lain.
     "Untuk barang bukti tersangka Lilik sudah lengkap, barang bukti terakhir yang kami dapat dari dia menjadi kunci adanya dugaan keterlibatan para pejabat struktural yang menjabat saat itu, "ujar Denny.
     Sementara itu, pasca penyerahan bukti terakhir oleh Lilik, tim penyidik Kejari Kabupaten Pasuruan berencana akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap para saksi.
     "Karena ada tambahan bukti yang menjadi kunci dugaan keterlibatan para pejabat di lingkungan Dispora tahun 2017, maka kami akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap para saksi guna melengkapi kesaksian sebelumnya, "tukas Denny.
     Lepas dari itu, kasus dugaan korupsi di tubuh dinas baru ini dipastikan akan memunculkan sejumlah tersangka baru. Hal ini sebagaimana yang pernah dikatakan jaksa, bahwa kasus dugaan korupsi di Dispora dilakukan secara berjamaah.
     Namun belum adanya penahanan terhadap para pengeruk uang negara ini membuat publik bertanya-tanya. Akankah jaksa bersikap profesional dalam mengungkap para tersangka lain.
     Terkait pertanyaan ini, Kasi Pidsus, Denny meminta masyarakat bersabar. Sebab menurut dia, dalam mengusut kasus korupsi dibutuhkan ketelitian agar para tersangka nantinya tidak lepas dari jerat hukum.
     Untuk diingat kembali, Kejari Kabupaten Pasuruan sejak akhir tahun 2018 hingga akhir Januari 2019 telah melakukan penyelidikan atas adanya dugaan kebocoran uang negara anggaran kegiatan tahun 2017 senilai Rp. 918.827.000,- di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan.
     Kini kasus ini sudah masuk proses penyidikan. Konon akan ada beberapa tersangka yang dibidik. Salah satunya Lilik yang secara resmi sudah ditetapkan. (Lis)

Perempuan 38 Tahun Asal Wonokoyo Tewas Disantap Kereta Api Di Gununggangsir

Warga saat melihat jasad Korban

Ulfa Yulianti (38), perempuan warga Dusun Penampon, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji tewas tertabrak kereta api Sritanjung dengan lokomotif CC 2019202 jurusan Banyuwangi-Lempuyangan, di Dusun Kebon Candi, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji pada Selasa (06/08) sekitar pukul 12.15 WIB.
     Kronologi kecelakaan sebagaimana disampaikan Kanitlantas Polsek Beji, Iptu Gede Sukana, korban yang hendak menjemput anaknya pulang sekolah, dengan mengendarai motor matic dengan nopol N 4454 TAI berjalan dari arah Utara menuju ke Selatan.
     "Sesampai di lokasi kejadian, korban langsung tertabrak kereta api yang melaju dengan kecepatan tinggi, "ujarnya.
     Hantaman kereta api membuat korban tewas seketika. Korban sempat terpental beberapa meter dari lokasi kejadian. Sementara motor yang ditumpanginya, sempat diseret lebih dari 20 meter dari lokasi tabrakan.
     Dijelaskan Iptu Gede Sukana, korban yang keseharian menjadi karyawati sebuah pabrik plastik di wilayah Cangkringmalang saat itu izin ke atasannya untuk menjemput anaknya yang hendak pulang sekolah. Namun takdir berkata lain, korban tewas dengan mengenaskan karena tidak melihat adanya kereta api yang lewat. (isb)

Pesta Miras Dan Seks Di Villa Tretes, Pria Asal Porong Tewas Kaku Di Ranjang

Jasad Korban Erwin

Pasuruan, Pojok Kiri
      Pria bernama Erwin Abdul Rochim (30) warga Desa Juwet Kenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo ditemukan tewas dalam kondisi kaku di ranjang Vila Langgeng, kawasan Pesanggrahan, Tretes, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (06/08) sekira pukul 10.45 WIB.
     Saat ditemukan, ia dalam kondisi bertelanjang dada, sedang bagian bawah masih menggunakan celana jeans warna biru.
     Tubuh kaku Erwin Abdul Rochim ditemukan oleh penjaga villa bernama Djunaidi (28). Saat itu ia hendak membersihkan vilanya karena hari mulai beranjak siang dan mengira vila sudah kosong.
     Saat masuk kamar vila, Djunaidi terkejut karena masih terlihat seorang pria dalam kondisi tergeletak di kasur dengan mata terpejam. Ia mengira pria itu masih tidur.
     Namun alangkah terkejutnya Djunaidi. Saat berusaha membangunkan, ternyata tubuh pria itu sudah kaku alias sudah mati.
     Saya kira masih tertidur, mau saya bangunkan, ternyata tubuhnya sudah kaku, "ungkap Djunaidi.
     Informasi yang didapat dari Djunaidi sang penjaga villa, pada malam sebelum kematiannya, saat itu Erwin datang bersama tiga orang temannya yang sama-sana dari Sidoarjo serta tiga perempuan.
     Pagi harinya, sekira pukul 05.00 WIB, teman-teman korban pergi duluan. Sementara korban Erwin ditinggal seorang diri di dalam kamar.
     Kanitreskrim Polsek Prigen, Aipda Slamet Prayitno yang datang ke tempat kejadian menduga, penyebab kematian korban karena overdosis minuman keras dan obat kuat. Hal ini ditengarai dengan temuan barang bukti berupa beberapa bungkus obat kuat, beberapa botol minuman mengandung alkohol, serta tak adanya bekas kekerasan dalam tubuh korban.
     Dari barang bukti yang ditemukan itu, polisi menyimpulkan, korban dan teman-temannya sempat melakukan pesta miras dan seks hingga kebablasan. (isb)

Kasus Dispora Masuk Babak Penyidikan, Diperiksa Sebagai Tersangka, Lilik, Mantan Kabid Olahraga Mulai Cokot Atasannya

Lilik usai keluar dari kamar kecil sembunyi di punggung pengacaranya

Pasuruan, Pojok Kiri
     Setelah sekian lama diproses di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan dalam tahap penyelidikan (lidik), kasus dugaan korupsi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan kini masuk babak baru, yakni penyidikan (sidik).
     Dalam proses sidik ini, salah satu nama, yakni Lilik yang merupakan mantan Kabid Olahraga yang kini bertugas di Bakesbangpol secara resmi sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapannya sendiri dilakukan oleh Kejari pada, Senin, 29 Juli 2019 lalu.
     Pada Jum'at, 02 Agustus 2019 lalu, pihak Kejari Kabupaten Pasuruan secara maraton sudah memeriksa sdbanyak 3w saksi atas tersangka Lilik.
     Senin (05/08), giliran tersangka Lilik yang diperiksa oleh penyidik Kejari Kabupaten Pasuruan.
     Lilik yang dipanggil secara khusus dengan status tersangka datang memenuhi panggilan penyidik sekira pukul 12.00 WIB. Ia datang sendirian tanpa didampingi pengacara.
     Karena kapasitas tersangka wajib didampingi oleh pengacara, maka pihak Kejari Kabupaten Pasuruan menyediakan seorang pengacara untuk mendampingi Lilik.
     Dalam proses pemeriksaan oleh penyidik, Lilik sepertinya mulai buka-bukaan terkait misteri yang ada di Dispora semasa ia menjabat. Hal ini sebagaimama disampaikan Kasi Pidsus kepada wartawan termasuk Pojok Kiri.
     "Setelah kami periksa dalam kapasitas tersangka, Lilik mulai berani membuka fakta-fakta yang terjadi di Dispora. Inti dari yang dikatakan tersangka Lilik, ada peran Kadispora dalam dugaan korupsi yang menjeratnya, "kata Denny.
     Sementara selama proses pemeriksaan, Lilik yang diperiksa di ruang khusus sejak pukul 12.00 WIB hingga berita ini ditulis pukul 17.34, ia sudah 4 kali keluar masuk kamar kecil termasuk sholat. Sedangkan jumlah pertanyaan yang disampaikan penyidik sudah mencapai 40 pertanyaan.
     Pojok Kiri bersawa wartawan lain yang sempat memergoki Lilik saat mau turun sholat tak mendapat kesempatan bertanya. Ia yang dihadang wartawan untuk dicercah pertanyaan, selalu membenamkan wajahnya di punggung sang pengacara wanita bernama Wiwik.
     Pojok Kiri yang terus menunggu proses pemeriksaan belum mendapat waktu khusus untuk berbincang dengan Lilik karena masih di ruang pemeriksaan. Sebab menurut Kasi Pidus, Denny, Lilik menyatakan siap diperiksa hingga selesai.
     "Karena ia masih mau lanjut untuk jalani pemeriksaan, jadinya ya lama. Kami sudah tawarkan, mau lanjut besok atau terus. Dia jawabnya siap diperiksa terus, "ucap Denny.
    Dengan kesiapan diperiksa hingga selesai ini, pada pukul 17. 47 WIB saat berita ini ditulis, Lilik masih di ruang pemeriksaan. Soal apakah Lilik akan ditahan atau ada ketentuan lain, Kasi Pidsus masih belum memberikan jawaban.
     Untuk diketahui, Kejari Kabupaten Pasuruan sejak akhir tahun 2018 hingga akhir Januari 2019 telah melakukan penyelidikan atas adanya dugaan kebocoran uang negara Di Dispora Kabupaten Pasuruan anggaran kegiatan tahun 2017 senilai Rp. 918.827.000,-.
     Kini kasus ini sudah masuk proses penyidikan. Konon akan ada beberapa tersangka yang dibidik. Salah satunya Lilik yang secara resmi sudah ditetapkan. (Lis)

26 Desa Dan 2 Kecamatan Di Kabupaten Pasuruan Lunas PBB P2, Pesan Dari BKD, Penunggak Tahun 2018 Ke Bawah Bebas Denda

Pelayanan pembayaran pajak di BKD Kabupaten Pasuruan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Hingga batas akhir pelunasan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pasuruan pada 31 Juli 2019, sebanyak 26 Desa telah lunas 100 persen. Sementara itu, untuk tingkat kecamatan, ada Dua yang lunas, yakni Kecamatan Lekok dan Tosari.
     Kabid Pendataan, Penetapan dan Pelaporan Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan, Mokhammad Syafi’i kepada Pojok Kiri, Rabu (31/07) mengatakan, hingga akhir Juli 2019, realisasi penerimaan PBB mencapai Rp 49 milyar atau 70 persen dari target penerimaan sebesar Rp 68 Milyar.
     “Dengan pencapaian ini, dapat kami simpulkan bahwa tingkat kesadaran wajib pajak semakin tinggi, "ucap Syafi'i.
     Sementara itu, disinggung terkait Dua kecamatan yang sudah lunas 100 persen, Syafi'i mengatakan, bahwa untuk Kecamatan Lekok dan Tosari memang selalu bersaing dalam pelunasan PBB P2.
    "Untuk Lekok yang lunas duluan. Tosari menyusul setelahnya, "ujarnya.
     Pasca batas akhir pelunasan PBB P2 ini terang Syafi'i, Pemkab Pasuruan melalui BKD akan menerapkan denda sebesar 2 persen kepada desa dan kelurahan yang belum lunas.
     "Untuk desa dan kelurahan yang belum lunas, secara aturan akan dikenakan denda sebesar 2 persen. Saat ini rata-rata pembayaran dari desa dan kelurahan yang belum lunas itu sudah mencapai 60 hingga 70 persen.
     Lepas dari itu, ada catatan menarik yang disampaikan Syafi'i saat berbincang dengan Pojok Kiri. Menurut dia, kepada seluruh wajib pajak, baik untuk PBB P2 atau pajak lainnya yang belum lunas pada tahun 2018 ke bawah. Diberikan pemutihan denda pajak atau dibebaskan dari denda. Waktunya lanjut Syafi'i, akan berakhir hingga akhir Desember 2019.
     "Jadi bagi yang merasa belum lunas pajak untuk tahun 2018 ke bawah, silahkan lunasi pajakmya tanpa bayar denda. Hal ini berlaku untuk semua jenis pajak, "kata Syafi'i. (Lis)

Minta Sumbangan Wali Murid, SMPN 2 Pandaan Masukkan Daftar Uang Lelah Senilai Rp. 217, 8 Juta

Catatan item sumbangan SMPN 2 Pandaan yang sempat disampaikan saat rapat dengab wali murid, Sabtu, 27 Juli 2019



Pasuruan, Pojok Kiri
     Sekolah benar-benar tidak murah. Meski digembar gemborkan sampai mulut dower bahwa pemerintah telah menggelontorkan anggaran APBN sebanyak 20 persen untuk pendidikan dengan menguatkan jargon demi 'Sekolah murah', ternyata faktanya nol besar.
     Untuk sekolah kelas SMA sederajat, tidak usah ditanya lagi. Meski katanya SPP gratis. Tapi tetap saja bayarnya selangit.
    Tak kalah dengan SMA, sekolah menengah pertama (SMP) juga melakukan hal sama. Wali murid jadi 'target' untuk mengisi pundi-pundi sekolah dengan bahasa yang sudah bosan didengar, yakni sumbangan wali murid.
     Terkait sumbangan wali murid ini memang tak bisa ditolak begitu saja. Faktor psikologis anak yang sekolah di dalamnya membuat sang wali murid selalu oke saja saat ikut rapat yang membahas sumbangan-sumbangan. Namun ketika di luar, barulah sang wali murid teriak karena merasa terbebani.

     Salah satu SMP yang wali muridnya teriak adalah SMPN 2 Pandaan. Sekolah yang dikepalai Heru ini dianggap menarik sumbangan dengan kegunaan yang patut dipertanyakan.
     Di sekolah ini, untuk kelas VII atau satu SMP ada permintaan sumbangan dengan nilai total Rp. 1. 503. 300,- di luar seragam. Nilai itu dianggap cukup besar dan membebani bagi wali murid.
    Rincian sumbangan itu sendiri, ada beberapa item yang membuat para wali murid bertanya-tanya, karena dianggap tak masuk akal.
     Contoh beberapa item sumbangan itu antara lain, uang lelah penyaji materi jam pagi senilai Rp. 217. 800 juta, sumbangan peringatan hari jadi Kabupaten Pasuruan Rp. 20 juta, sumbangan kegiatan rapat komite dan managemen Rp. 30 juta.
    Beberapa wali murid menganggap uang yang dimintakan ke mereka dengan dalih bantuan itu cukup aneh.
     Mereka yang tidak mau disebut namanya bertanya-tanya. Masak ada istilah bantuan untuk uang lelah. Lalu bantuan rapat komite yang notabene isinya adalah wali murid sendiri. Lalu ada bantuan kegiatan hari jadi Kabupaten Pasuruan. Bukankah giat hari jadi sudah dianggarkan oleh Pemkab Pasuruan?
     Pertanyaan demi pertanyaan tersebut ingin disampaikan oleh para wali murid ke pihak sekolah. Namun karena takut anaknya di sekolah jadi sasaran, para wali murid lebih memilih diam di dalam sekolah dan memilih teriak di luar sekolah.
     Sementara itu, terkait pertanyaan para wali murid ini, belum ada penjelasan dari sang Kepsek SMPN 2 Pandaan, Heru. Pojok Kiri yang berusaha mengkonfirmasi melalui pesan singkat ke nomor phonselnya, Senin (29/07) tidak mendapat jawaban. (Lis)
PERISTIWA
HUKUM
KRIMINAL
POLITIK

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas