RUNNING NEWS :
Loading...
FEEDS
Cari Kami di Google

Tetapkan Tersangka Baru, Jaksa Tunggu Keterangan Saksi Dalam Persidangan Lilik

Kasi Pidsus, Denny Saputra

Pasuruan, Pojok Kiri
     Ditahannya Lilik, mantan Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan, Kamis (19/09) ibarat membuka pintu gerbang menuju ditetapkannya tersangka baru. Apalagi saat ditahan, Lilik berteriak lantang bahwa ia hanya disuruh memainkan anggaran oleh atasannya kala itu yang bernama Munib. Lantas apakah dalam waktu dekat jaksa segera menetapkan tersangka baru?
     Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra menegaskan, untuk menetapkan tersangka baru, pihaknya akan melangkah setelah proses sidang jalan. Dalam hal ini Denny mengaku tidak mau terburu-buru agar tidak ada cela para tersangka nantinya lepas dari jeratan hukum.
     "Untuk tersangka baru, kami masih menunggu proses persidangan. Pada paparan saksi-saksi nanti akan ketahuan, uang negara yang dikorupsi itu masuk dan digunakan oleh siapa. Intinya kami ingin lebih hati-hati dalam menangani perkara ini, jangan sampai para tersangka nantinya lepas. Jika sudah disampaikan di persidangan secara terbuka, dalam menetapkan tersangka baru kami tidak ragu, "kata Denny.
Lilik saat dimasukkan ke Rutan Bangil

     Dengan ditahannya Lilik, Kasus dugaan korupsi Dispora sudah menuju babak baru. Kemarahan Lilik karena merasa ditumbalkan dipastikan akan membuatnya berani menyeret sejumlah nama yang selama ini meikmati uang Dipora yang konon nilainya mencapai Rp. 918.827.000 tersebut. Hal ini sudah dibuktikan saat ia digelandang ke mobil tahanan. Ia dengan lantang menyebut nama Munib yang menyuruhnya memainkan anggaran dengan memotong 10 persen anggaran per-kegiatan.
     Kini Lilik sudah dijebloskan ke dalam tahanan, tak lama lagi proses persidangan akan digelar. Ocehan Lilik ditunggu banyak kalangan, khususnya jaksa untuk menentukan siapa sosok berikutnya yang pas untuk jebloskan ke dalam penjara. (Lis)

Pilkades Kedungringin, Tak Ada Lawan, Incumbent Vicky Ditantang Sang Istri

Rizky Wahyuni saat mendaftar

Pasuruan, Pojok Kiri
     Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pasuruan yang akan digelar pada 23 November 2019 mendatang akan menjadi ajang menarik untuk disimak. Pasalnya, di sejumlah desa ada calon-calon yang begitu ambisi untuk jadi, begitu kuat dengan kemungkinan jadi, termasuk ada yang asal nampang yang penting tercatat sebagai calon kepala desa.
     Selain itu, dari jumlah calon yang sudah mendaftar, dari batas jumlah calon yang maksimal 5 orang, di beberapa desa ada yang lebih dari itu, sehingga panitia Pilkades harus melalukan seleksi yang ketat secara administrasi.
     Namun demikian, ada juga desa yang justru minim calon karena alasan tidak berani mencalonkan jika melawan incumben yang dianggap begitu kuat.
     Salah satu desa yang menarik untuk ditengok adalah Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Di desa ini, hingga batas pendaftaran pada 12 September lalu, panitia hanya mengantongi dua nama pendaftar.
     Dua nama itu masing-masing seorang perempuan bernama Rizky Wahyuni usia 28 tahun asal Dusun Gersikan, dan seorang laki-laki bernama Vicky Ariyanto, usia 31 tahun yang juga asal Dusun Gersikan.
Vicky Ariyanto Cakades Incumben saat mendaftar

     Untuk pendaftarannya, Rizky Wahyuni melakukan pada Senin, 09 September, sedang Vicky Ariyanto mendaftar pada Rabu, 11 September.
     Lantas siapa ke Dua sosok ini? Di sinilah menariknya, ternyata antara Rizky Wahyuni dan Vicky Ariyanto tak lain adalah suami istri. Keduanya selama ini tinggal satu rumah dengan alamat yang sama sebagai suami istri.
     Setiap hari Rizky Wahyuni melayani Vicky dalam kapasitas sebagai istri, serta mendampingi sebagai ibu Kades, karena Vicky selama ini menjabat sebagai Kades di Desa Kedungringin.
     Kenapa bisa sang istri harus bertarung dengan suami sendiri, apakah sang istri ingin jadi Kades? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Catatan Pojok Kiri, di Desa Kedungringin, Vicky yang berstatus incumbent tidak ada yang percaya diri untuk melawan. Bahkan warga Kedungringin memaksa Vikcy untuk maju.
      Vicky sendiri awalnya sudah tidak mau maju lagi menjadi Kades, ia mengaku ingin istirahat. Namun niat Vicky ini justru berbuah demonstrasi warga yang memaksa Vicky untuk tetap maju sebagai Kades. Alasannya, selama menjabat, Vicky sangat memuaskan hati masyarakat.
    Vicky yang akhirnya kembali maju demi masyarakat akhirnya tiada lawan. Demi menjaga agar Pilkades berimbang, maka sang istri pun diminta masyarakat untuk ikut maju.
     Lantas, apakah Vicky Ariyanto sang incumbent akan tumbang dan kalah suara melawan sang istri? Tunggu tanggal mainnya. (Lis)

Ditahan Jaksa, Lilik, Mantan Kabid Olahraga Dispora Sebut Dirinya Disuruh Munib, Ada Nilai 10 Persen Yang Harus Disetor Dalam Tiap Kegiatan

Lilik saat digelandang menuju mobil tahanan



Pasuruan, Pojok Kiri
     Lilik Wijayanti, Mantan Kabid Olahraga di Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan yang kini berdinas di Bakesbangpol akhirnya dijebloskan ke dalam penjara oleh penyidik Kejari Kabupaten Pasuruan, Kamis (19/09) sekira pukul 17.00 WIB.
     Penahanan Lilik ini dilakukan bertepatan proses pelimpahan (Tahap 2) dari Penyidik Ke bagian penuntutan.
     Saat digelandang menuju kendaraan tahanan, Lilik yang  mengenakan pakaian hitam bercadar didampingi pengacara, Elisa. Lilik yang tampak begitu shok berteriak lantang kepada para wartawan yang menunggu, bahwa dirinya disuruh Munib mantan Kadisnya.
     "Saya hanya disuruh Munib, dia itu bajingan, setiap kegiatan saya diminta 10 persen disetor langsung ke bendahara dipotong melalui PPTK, "teriak Lilik.
     Untuk penahanan ini menurut Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra, pihaknya akan melakukan penahanan selama 20 hari hingga proses pelimpahan ke pengadilan Tipikor.
     Sementara itu, pengacara Lilik, Elisa mengatakan, pihakmya akan mengupayakan penangguhan penahanan atas kliennya. (Lis)

Tak Dapat Jatah Pimpinan Komisi, FKB DPRD Kabupaten Pasuruan Tak Mempersoalkan


Ketua FKB, M. Yusuf Danial

Pasuruan, Pojok Kiri
     Meski tak mendapat jatah pimpinan di tingkat komisi, Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kabupaten Pasuruan mengaku tak ada masalah.
     M. Yusuf Danial, Ketua FKB kepada Pojok Kiri, Kamis (19/09) menyebut, tak adanya jatah pimpinan di tingkat komisi ini merupakan bagian dinamika politik yang menurutnya biasa.
     "Tidak ada masalah FKB tidak duduk dalam jajaran pimpinan komisi, ini hanya persoalan posisi saja. Secara keutuhan, semua fraksi tetap mendukung jalannya pemerintahan, tidak ada saling jegal, perang atau ninggal. Sebab Bupati saat ini kan hasil koalisi seluruh partai, jadi meski fraksi kami hanya kebagian angggota di komisi tidak jadi persoalan, semua tetap mendukung pemerintah, "kata Yusuf Danial.
     Namun demikian, Danial panggilan akrabnya mengakui jika tak adanya anggota FKB yang duduk di pimpinan komisi ini menuai kekecewaan di tingkat Kader.
     "Kalau kekecewaan di luar, tingkat kader memang ada, tapi kami sudah memberikan pemahaman, "ucapnya.
     Terpisah, Andre Wahyudi, Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Pasuruan yang memimpin jalannya rapat paripurna dalam agenda pembentukan komisi, Rabu (18/09) mengatakan, tak adanya anggota FKB yang duduk di pimpinan komisi tak membuat fraksi lain merasa lebih.
    "Ini hanya persoalan alat kelengkapan saja, rohnya semua sama, tetap mendukung jalannya pemerintahan, "kata Andre. (Lis)

PKB Dan Golkar "Dihabisi", Tak Ada Jatah Pimpinan Komisi Satupun


Draf Nama-Nama pimpinan dan anggota Komisi yang sudah disetujui

Pasuruan, Pojok Kiri
     Rapat Paripurna internal DPRD Kabupaten, Rabu (18/09) yang dimulai sekitar pukul 15.00 hingga 17. 30 WIB dalam rangka pembentukan salah satu Alat Kelengkapan Dewan (AKD) berupa pembentukan komisi-komisi berakhir menegangkan. Pasalnya, Dua partai besar yakni PKB dan Golkar sama sekali tidak mendapat jatah pimpinan komisi dari 4 komisi yang ada.
     Sebelum berakhir rapat Paripurna sekira pukul 17. 30 WIB, pimpinan sidang yang dalam hal ini dipegang oleh Wakil Ketua 1 Andre Wahyudi membacakan hasil sidang yang isinya sungguh mengejutkan.
     Catatan yang didapat Pojok Kiri, dari 4 Komisi yang ada, meliputi Komisi 1 Bidang Hukum dan Pemerintahan, Komisi 2 Bidang Perekonomian dan Keuangan, Komisi 3 Bidang Pembangunan, dan Komisi 4 Bidang Sosial, Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat, tak satupun ada anggota Fraksi PKB dan Golkar yang mendapatkan jatah pimpinan, baik ketua, sekretaris, maupun bendahara. Mereka hanya dapat jatah sebagai anggota biasa.
     Catatan ini sungguh mengejutkan, bahkan bisa jadi sangat menyakitkan bagi PKB dan Golkar. Sebab ada tengarah mereka sengaja dihabisi.
    Namun ada konfirmasi pembantahan dari Pimpinan sidang, Andre Wahyudi. Politisi PDI Perjuangan ini saat dikinfirmasi Pojok Kiri mengatakan, gagalnya PKB dan Golkar  menempatkan anggotanya sebagai pimpinan komisi karena faktor teknis. Dimana menurut Andre, PKB dan Golkar terlambat mengirim nama-nama utusan fraksi yang diusulkan sebagai pimpinan komisi.
     "Ada kesepakatan semalam (Selasa, 17/09), untuk penyerahan nama-nama utusan fraksi jam 11 hingga 12 siang. Namun hingga paripurna digelar pukul 15.00 WIB, nama-nama belum dikirim. PKB dan Golkar baru mengirim nama sekitar pukul 16. 30 WIB, padahal saat itu sudah selesai pembentukan komisi. Akhirnya PKB tetap kita masukkan dalam posisi sebagai anggota. Jadi tidak ada bantai membantai, ini hanya persoalan teknis, "kata Andre Wahyudi.
    Sayangnya Pojok Kiri yang berusaha meminta tanggapan dari PKB dan Golkar hingga berita ini turun belum berhasil. M. Yusuf Danial ketua Fraksi PKB dan Nik Sugiharti Ketua Fraksi Golkar yang dihubungi melalui telpon selulernya tidak mengangkat. (Lis)
PERISTIWA
KRIMINAL
POLITIK
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas