TERKINI

Bersama Komunitas Pecinta Lingkungan dan Anak TK, Wartawan Pasuruan Tanam Pohon Di Umbulan

Saat penanaman pohon oleh wartawan

Pasuruan, Pojok Kiri
    Bersama dengan komunitas pecinta lingkungan hidup dan anak TK, para wartawan di Pasuruan yang tergabung di organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan, Senin (18/12) melakukan penanaman ribuan pohon di kawasan Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.
    Ribuan pohon yang ditanam ini menurut Ketua PWI Pasuruan, Joko Hariyanto merupakan jenis pohon buah-buahan seperti mangga, durian, rambutan, jambu dan lain-lain.
    Penanaman pohon dengan sifat penghijauan ini menurut Joko bertujuan untuk menjaga kondisi alam agar tetap stabil. Artinya terang Joko, kondisi pohon yang berkurang mampu merusak resapan air, sehingga saat hujan timbul banjir.
   "Dengan penanaman pohon ini, ke depannya akan mampu menjadi sarana penahan air dan berfungsi sebagai resapan. Keuntungannya, sumber air bisa lebih melimpah, juga mampu menahan air agar tidak turun langsung ke pemukiman dan mencegah banjir, "kata Joko.
    Selain itu, lanjut Joko, pohon buah yang dipilih dalam penghijauan ini bertujuan untuk ke depannya jika sudah berbuah, buahnya bisa dimanfaatkan pleh warga.
    Sementara itu tambah Joko, keterlibatan pecinta lingkungan dan anak TK pada kegiatan ini memiliki maksud untuk kebersamaan dalam menjaga lingkungan.
    "Untuk anak TK yang kita ajak, tujuannya untuk melatih sejak dini kepada anak-anak yang nantinya akan dewasa, agar peduli akan kesetabilan alam dimulai dari menjaga lingkungan sekitar, "ucap Joko. (isb/lis)

Sempat Ditunda Putusan, Kasus TAP Jadi Sorotan #Bupati LIRA: Hakim Jangan Main-Main

Ayi Suhaya, SH

Pasuruan, Pojok Kiri
   Sidang putusan atas Yohanes Hartanto,  Bos PT. Tirtajaya Adi Perkasa (TAP) Gempol sedang ditunggu oleh puluhan buruh yang menjadi korban atas ulah si bos ini. Namun putusan yang sedianya dibacakan pada Kamis (13/12) lalu tertunda karena menurut JPU, Hendi, hakim belum siap.
     Saat itu buruh sangat kecewa, mereka yang terdiri buruh perempuan sempat meluapkan kekecewaannya dengan berteriak-teriak sambil membentangkan poster dengan tulisan beragam, yang intinya agar hakim tidak main-main dalam memutus perkara ini.
     Tertundanya putusan atas bos PT TAP ini di kalangan korban para buruh timbul keresahan. Mereka khawatir hakim "terbeli".
    Demi mencari keadilan, Senin siang (18/12) para buruh mendatangi Bupati Pasuruan Lumbung Aspirasi Rakyat (LIRA), Ayi Suhaya, SH. Kepada aktivis yang dikenal memiliki basis masa kuat dan sangat idealis ini, para buruh berharap bantuan pengawalan agar hakim memutus bos PT TAP sesuai dengan tuntutan jaksa yang sudah menuntut 1, 6 tahun penjara.
     Ayi Suhaya, SH, Bupati LIRA Kabupaten Pasuruan saat ditemui Pojok Kiri, di kediamannya Senin sore (18/12) membenarkan bahwa para buruh PT TAP datang kepadanya. Intinya menurut Ayi Suhaya, para buruh ini meminta kepada hakim agar dalam memutus si Yohanes Hartanto dengan hukuman berat, karena sudah menerlantarkan buruh lebih 2 tahun.
    "Para buruh terdiri ibu-ibu datang dengan menangis, ditundanya putusan oleh hakim membuat mereka berfikir macam-macam soal keberpihakan hakim. Harap dimaklumi, para buruh ini sudah 2 tahun mencari keadilan. Selama ini mereka sengsara di jalan, mengemis. Wajar kalau takut hakim terbeli. Itu normal dan manusiawi. Untuk itu, demi keadilan yang seadil-adilnya, mohon kepada hakim untuk tidak main-main dalam perkara ini. Tunjukkan keadilan pada buruh. Tentunya kami dari LSM LIRA akan mengawal kasus ini, bersama serikat buruh, kami akan datang pada sidang putusan Kamis (20/12) nanti. Kami akan lihat apakah penundaan yang dilakukan murni karena normatif tidak siap atau ada hal lain, "ujar Ayi Suhaya, SH.
     Sayangnya hingga berita ini turun, Pojok Kiri belum mendapat konfirmasi dari Aswin, Ketua Majelis hakim yang menyidangkan kasus ini.
    Untuk diketahui, setelah berjuang selama 2 tahun, buruh PT. Tirtajaya Adi Perkasa (TAP) Gempol, Kabupaten Pasuruan akhirnya mampu membawa bosnya yang bernama Yohanes Hartanto dalam bayang-bayang penjara cukup lama.
    Kamis (22/11) lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hendi dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan menuntut Yohanes Hartanto dengan hukuman penjara selama 1, 6 tahun penjara dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Bangil.
    Tuntutan ini menurut Hendi karena Yohanes Hartanto selaku bos PT TAP terbukti tidak membayar karyawannya berdasarkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang berlaku saat itu yakni tahun 2016.
     Kasus buruh PT TAP ini memang sangat fenomenal. Hal ini bermula ketika sebanyak 75 karyawan tidak boleh mengikuti kerja secara sepihak alias dipecat karena menuntut diberikannya upah sesuai UMK kala itu. Saat itu UMK Kabupaten Pasuruan sebesar Rp 2, 7 juta. Namun pihak PT TAP hanya membayar sebesar Rp 2, 2 juta saja.
    Pembayaran di bawah UMK ini membuat buruh bergolak. Mereka lalu melakukan demo dan menuntut upah dibayar sesuai UMK.
    Namun nasib apes justru menimpa para buruh. Bukannya gaji sesuai besaran UMK dipenuhi, sebanyak 75 karyawan malah dipecat karena dianggap sebagai provokator.
    Sejak pemecatan itu, para buruh terus berjuang. Mereka melakukan demo dengan membuat gubug di depan perusahaan.
    Tak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para buruh yang didominasi perempuan ini setiap hari mengemis. Aksi ini mereka lakukan sejak 16 Januari 2016.
    Selain mengemis, perjuangan secara hukum juga dilakukan. Berkali-kali upaya dilakukan para buruh untuk meminta hak gajinya karena mereka merasa masih jadi karyawan dengan alasan pemecatan yang dilakukan menyalahi aturan.
    Namun upaya itu kandas, Pemkab Pasuruan temasuk Bupati juga tak mampu berbuat apa-apa. Merekapun terlunta-lunta.
    Perjuangan mereka lalu beralih. Dari sebelumnya mereka meminta hak gaji dan pesangon, sikap cuek perusahaan akhirnya memaksa mereka melaporkan bos PT TAP dari sisi pidananya, yakni membayar upah di bawah UMK. Hasilnya, setelah melalui sidang sekitar 4 bulan, Yohanes Hartanto sang bos PT TAP akhirnya dituntut 1, 6 tahun penjara. (Lis)

Dua Penjahat Ini Tak Pernah Jera, Sering Masuk Penjara, Mereka Masih Saja Jadi Maling!!! 6 Bulan Gasak 19 Mobil Dan Motor

Kedua panjahat kambuhan yang kembali tertangkap

Pasuruan, Pojok Kiri
     Risqi Ananto (21) dan Moch. Fauzan (22), keduanya warga Dusun Krajan, Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo ini pantas disebut maling kurangajar. Pasalnya, mereka yang sudah sering keluar masuk penjara bukannya insaf, malah semakin beringas. Bayangkan saja, dalam waktu 6 bulan sejak Juni 2018 hingga Desember ini, mereka telah menggasak kendaraan berupa mobil dan motor sebanyak 19 unit, yang semuanya di wilayah hukum Polres Pasuruan.
     Aksi keduanya saat ini kembali berhenti untuk sesaat. Sebab tim buser Polres Pasuruan kembali menangkap para penjahat kurangajar ini pada Minggu (16/12) di jalan raya Sukorejo.
     Dalam aksinya, maling-maling berwajah suram ini menggunakan kunci T untuk mendapatkan barang incarannya. Mereka memang spelesialis maling oprek.
    Senin (17/12), Dua maling yang konon hidupnya suka foya-foya dan dikenal sangat nakal ini dipamerkan oleh Satreskrim Polres Pasuruan kepada awak media. Mereka dipampang beserta sejumlah barang bukti yang digunakan.
     Wakapolres Pasuruan, Kompol Supriyono didampingi Kasatreskrim AKP Dewa dalam siaran persnya mengatakan, mereka merupakan kelompok residivis kambuhan yang sudah keluar masuk penjara dalam kasus pemerasan dan pencurian.
    "Aksi mereka berdua dilakukan di wilayah Pasuruan Selatan, yakni Pandaan, Sukorejo, dan Purwosari, "kata Wakapolres.
     Kepada wartawan, salah satu pelaku bernama Risqi Ananto mengaku baru keluar dari tahanan pada bulan Juni lalu. Dengan dalih sebagai tulang punggung keluarga dan tidak memiliki pekerjaan, ia mengaku terpaksa kembali menjadi maling.
    Kini keduanya kembali masuk bui, mereka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (isb)

Disantab Innova, Warga Kalianyar Tewas

Korban laka saat di kamar mayat



Pasuruan, Pojok Kiri
     Kecelakaan berujung maut terjadi. Minggu (16/12) sekitar pukul 20.30 WIB sebuah kendaraan roda dua Yamaha jupiter Mx Nopol N 2381 TY disantab kendaraan roda empat Kijang Innova AD 8813 ZW.
     Kecelakaan mengerikan itu terjadi di jalur Pandaan - Bangil, tepatnya di Desa Kenep, Kecamatan Beji.
     Kronologi kecelakaan sebagaimana diceritakan Kanitlantas Polsek Beji, Ipda Rofik Senin (17/12), saat itu motor Jupiter yang dikendarai oleh Ahmad Dikiyak (27) berboncengan dengan Yusqi Alfan Thoriq (26) yang keduanya warga Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil melaju kencang dari arah Pandaan ke Utara.
     Sesampai di lokasi kejadian, dari arah Utara melaju sebuah mobil Kijang Innova yang dikemudikan oleh Kholid (42) warga Dusun Nganglang, Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang.
     "Mobil Kijang itu berusaha menyalip kendaraan di depannya. Namun posisi mobil saat menyalip terlalu kekanan, sehingga tidak memperhatikan kendaraan dari arah depan. Akibatnya, terjadilah tabrakan itu, "ungkap Ipda Rofik.
     Akibat kecelakaan itu, Ahmad Dikiyak mengalami koma dengan kondisi luka kepala bagian belakang robek, mulut dan telinga mengeluarkan darah. Sementara yang dibonceng hanya mengalami luka pada kaki.
     Kedua korban lalu dibawa ke RS Aisiyah Pandaan untuk mendapatkan pertolongan. Namun sayang, korban Ahmad Dikiyak nyawanya tak tertolong. Ia tewas. (isb)

Ribuan Pengonthel Banjiri Bangil

Bupati bersama ribuan pengonthel saat berangkat mengayuh



Pasuruan, Pojok Kiri
     Para pengonthel seluruh Jawa Timur bahkan seluruh Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), Minggu (16/12) membanjiri kawasan Bangil. Mereka berkumpul di rest area kawasan centra unggulan bordir di Pogar, Bangil yang dikenal dengan sebutan Bangkodir alias Bangil Kota Bordir.
    Kehadiran para pengonthel di Bangil yang merupakan Ibu kota Kabupaten Pasuruan ini dalam rangka melakukan giat jambore tahunan yang diadakan KOSTI. Pilihan Kabupaten Pasuruan sebagai tempat jambore di tahun 2018 ini menurut Koordinator acara Ansori, karena ingin ikut serta menyemarakkan peringatan hari jadi Kabupaten Pasuruan yang ke 1089.
     Kegiatan jambore sepeda onthel ini sendiri didanai melalui dana dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan.
    Drs. H. Abdul Munif AR sang Kadispora mengatakan, selain betujuan memeriahkan peringatan hari jadi Kabupaten Pasuruan ke 1089, tujuan lain adalah untuk melestarikan budaya sepeda tua dan meningkatkan Kebersamaan.
     "Selain itu, juga untuk mewujudkan semangat  menjaga tubuh agar sehat, karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, "ujar Munif.
     Pagi sekira pukul 07.00 WIB, para pengonthel yang jumlahnya mencapai 10 ribu bersama Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan serta jajaran Forkompimda Kabupaten Pasuruan dan seluruh ketua KOSTI se Jatim mengayuh sepeda mengitari Wilayah Bangil dan Beji yang jaraknya mencapai 20 km.
    Yang menarik dari para pengonthel ini, masing-masing pengonthel baik yang beregu maupun perorangan, semuanya berdandan ala tempo dulu, termasuk ada yang berdandan mengenakan baju adat.
    Kata Bupati, acara ini bikin warga sehat dan bahagia, karena mengonthel bisa bikin bugar, juga yang melihat dibikin ceria. (lis)

Realisasi PBB P2 Terus Meningkat, Pemkab Pasuruan Apresiasi Wajib Pajak

Bupati saat berikan apresiasi langsung pada pelunas pajak



Pasuruan, Pojok Kiri
     Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) memberikan apresiasi kepada para wajib pajak yang membayar Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB P2) tepat waktu.
    Bentuk apresiasi yang dilakukan Pemkab Pasuruan adalah dengan memberikan hadiah kepada wajib pajak yang telah melunasi PBB P2 sebelum jatuh tempo.
     Pelaksanaan pemberian hadiah ini dilakukan dengan cara diundi. Oleh Pemkab Pasuruan melalui BKD, pengundian ini dilakukan pada Sabtu (15/12), di kawasan pertokoan Jalan Ayani, Bangil.
    Pada pengundian hadiah kali ini sebagaimana disampaikan Kepala BKD Luly Noermadiono, ada sekitar 500 ribuan kupon yang masuk. Untuk kepentingan itu, ratusan hadiah mulai dari setrika, kipas angin, magic cooker, kompor gas, televise, lemari es, hingga 6 unit sepeda motor telah disiapkan khusus untuk para wajib pajak yang telah lunas PBB P2.
     Pemberian hadiah ini menurut Luly bertujuan untuk memotivasi masyarakat agar membayar PBB P2 tepat waktu.
    Sementara itu terkait pengelolaan PBB P2 itu sendiri, sejak dikelola pemerintah daerah mulai tahun 2013, Luly Noermadiono memaparkan, di Pemkab Pasuruan realisasinya terus meningkat.
     "Sejak tahun 2013, realisasi PBB P2 selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan. Untuk tahun 2015, target pendapatan dari PBB P2 sebesar Rp 44 Milyar dan realisasinya mencapai Rp 48 Milyar lebih, kemudian tahun 2016 dari target Rp 48 Milyar, realisasinya mencapai Rp 49 Milyar lebih, dan tahun 2017 lalu, dari target Rp 58 Milyar terealisasi sebesar Rp 63 Milyar lebih. Sedangkan dari target penerimaan PBB P2 tahun 2018 sebesar Rp 66 Milyar, Pemkab Pasusuruan melalui BKD mampu merealisasi sebesar Rp 67 Milyar lebih atau naik sebanyak 102% dari tahun sebelumnya, "papar Luly.
Para Kades yang mendapat hadiah langsung

    Luly menandaskan, pencapaian target dan realisasi yang di atas ekspektasi ini tak lepas dari peran aktif camat, kepala desa atau lurah yang senantiasa menghimbau kepada masyarakat untuk segera melunasi PBB P2 yang menjadi kewajibannya.
     Lepas dari itu, pada pengundian hadiah Sabtu (15/12) tersebut, Dua Kecamatan mendapat apresiasi khusus karena telah melanuasi PPB P2 paling cepat. Catatan BKD, pasca dikeluarkan SPPT pada Februari 2018, pada 29 Maret 2018 sudah ada kecamatan yang lunas, kecamatan yang dimaksud yakni Tosari.
    Kemudian satu kecamatan lagi adalah Kecamatan Lekok yang lunas per 16 Mei 2018. Sedangkan Desa Tosari, Kecamatan Tosari ditetapkan sebagai desa paling cepat melunasi PBB P2, yakni lunas pada tanggal 5 maret dengan baku desa mencapai Rp 26.627.482. Disusul Desa Baledono, Ngadiwono, Kandangan, Podokoyo, Mororejo, Balunganyar (Kecamatan Lekok), Wonokitri, Sedaeng dan Desa Gejugjati (Kecamatan Lekok). Oleh BKD, desa pelunas pajak tercepat ini diberikan hadiah langsung termasuk hadiah uang yang sudah diterima saat pelunasan.
    Selain itu, para tamu undangan yang hadir dalam acar tersebut juga mendapat apresiasi. Mereka yang bawah kursinya ada nomor yang sudah ditempel panitia langsung mendapat hadiah payung cantik.
    Sementara itu, dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Pasuruan menurut Luly ada 4 kecamatan yang belum melunasi PBB P2 secara keseluruhan, diantaranya Puspo, Purwosari, Prigen dan Rembang.
     “Semoga tahun depan, para camat bisa semangat untuk memotivasi warganya agar dapat membayar PBB P2 tepat waktu, "harap Luly.
     Di kesempatan sama, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf dalam sambutannya sangat mengapresiasi Kecamatan Tosari dan Lekok yang sama-sama saling kejar mengejar dalam menuntaskan pembayaran PBB P2.
     "Hadiah dan bingkisan hanyalah suntikan semangat untuk terus melaksanakan budaya taat bayar pajak, untuk selanjutnya bisa diikuti oleh kecamatan dan desa-desa lain yang belum melunasi PBB P2, "ujar Bupati.
     Semantata, untuk camat dan kepala desa yang warganya belum melunasi PBB P2, Bupati minta agar bisa melakukan pendekatan secara intens.
     Selain mengapresiasi para wajib pajak, Irsyad juga meminta kepada jajaran BKD, khususnya bidang yang menangani pengelolaan PBB P2 untuk terus melakukan upaya peningkatan system dan kualitas layanan kepada wajib pajak. (Lis)

Wujud Nyata Kinerja TP4D, Kajari Kabupaten Pasuruan Dapat Penghargaan Dari Bupati

Kajari Kabupaten Pasuruan H. Muh Noor HK, SH, MH saat menerima penghargaan dari Bupati

Pasuruan, Pojok Kiri
     Pertama kali dalam sejarah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan H. Muh Noor HK, SH, MH menerima penghargaan dari Bupati.
     Dalam hal ini, Bupati Pasuruan H. M. Irsyad Yusuf memberikan penghargaan kepada Kajari lantaran dinilai selama ini telah ikut berperan serta dalam pembangunan melalui sumbangan pemikiran serta kontribusi dalam pelaksanaan pembangunan melalui Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).
      Melalui TP4D ini, Kejari Kabupaten Pasuruan dinilai berhasil mengawasi dan mengawal pembangunan di Kabupaten Pasuruan.
      "Penghargaan yang kami berikan kepada Kejari Kabupaten Pasuruan ini karenaTP4D sudah memberikan bantuan pendampingan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pasuruan, dalam pelaksanaan Anggaran APBD Tahun 2018. Sehingga setiap perencanaan dan pelaksanaannya sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Saya sangat berterimakasih kepada Kajari Kabupaten Pasuruan, "ucap Bupati usai menyerahkan penghargaan.
      Bupati mengatakan, sejak dilantik sebagai Bupati periode ke 2 ini, dirinya telah meminta TP4D Kejari Kabupaten Pasuruan untuk bisa mengawal dan mengawasi pembangunan, sehingga bisa terlaksana sesuai dengan perencanaan serta dapat mencegah terjadinya segala penyimpangan, yang sekaligus sebagai komitmen untuk mewujudkan Good Government dan Clean Government.
      Penghargaan yang diberikan oleh Bupati Pasuran H.M Irsyad Yusuf itu secara simbolik berupa Piagam yang diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan H. Muh Noor HK, SH, MH pada malam puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke1089 tahun 2018 yang bertempat di GOR Sasana Krida Anoraga, Raci, Sabtu (15/12).
     Sementara itu, Kajari H. Muh Noor HK, SH, MH juga berterimakasih atas penghargaan yang diberikan oleh Bupati. Menurutnya hal ini merupakan suatu sejarah.
     "Dengan penghargaan yang kami terima ini, tentunya hal yang paling penting untuk kami lakukan adalah menjaga kepercayaan yang telah diberikan. Ke depan, kami tetap akan mensuport pembangunan di Kabupaten Pasuruan dengan peran TP4D untuk mengawal agar jangan sampai terjadi peyimpangan dan terhindar dari perbuatan melawan hukum, "ujar Kajari. (Lis)

PERISTIWA
HUKUM
KRIMINAL
POLITIK

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas