TERKINI

SMK Yadika Bangil Kejam!!! Nunggak Bayar Uang Sekolah, Minta Surat Keterangan Buat Kerja Ditolak!

SMK Yadika Bangil

Pasuruan, Pojok Kiri
      Lulus sekolah di SMK Yadika Bangil tapi nunggak alias masih punya hutang uang sekolah, jangan harap bisa mendapat keterangan lulus atau keterangan sejenisnya untuk digunakan melamar kerja.
     Di sekolah swasta satu ini sistimnya adalah "You lunas, You dilayani". Artinya, jika seorang siswa atau siswi masih punya tunggakan uang sekolah, minta keterangan apapun meski demi kepentingan kerja, langsung ditolak.
     Sikap kejam ini dialami oleh sejumlah siswa siswi yang usai ikut ujian nasional dan sudah dijadwal akan wisuda tanggal 4 Mei 2019.
     Mereka yang ingin segera mendapat pekerjaan dan melihat adanya peluang kerja di perusahaan lalu berupaya untuk melamar. Harapan mereka, jika sudah bekerja, mereka bisa mencicil tunggakan uang sekolah, agar bisa mengambil ijazanya.
     Namun hal ini ibarat mimpi, mereka yang hendak melamar kerja harus meratap sedih. Sebab saat mereka meminta surat keterangan lulus (SKL) atau surat keterangan lain berupa keterangan ikut ujian nasional ditolak alias tidak dikasih oleh pihak SMK Yadika. Alasannya karena masih nunggak uang sekolah.
     Salah satu yang mengalami penolakan ini adalah siswi SMK Yadika MM1 berinisal DAR. Warga Tambakan, Bangil ini melihat peluang lowongan kerja di PT JAI, Gempol. Tetapi karena ia tidak dapat menunjukkan surat keterangan apapun dari sekolah, pihak JAI menolaknya.
     "Saya minta surat keterangan ke sekolah Sabtu, 20 April 2019 kemarin lusa. Oleh pihak TU katanya tidak mau mengasih karena masih ada tunggakan. Saya bilang nanti lalau sudah bekerja saya cicil. Tapi malah dibilang itu sudah lagu lama, "ungkap DAR.
     Sayangnya, hingga berita ini turun, pihak Kepsek SMK Yadika Bangil, Eko Setyo Widanto tidak merespon saat dikonfirmasi. Pojok Kiri yang menghubugi nomor phonselya di +62858521600xx pada Senin (22/04) tidak direspon. (isb/lis)

Rudi Hartono, Ketua Umum LSM Penjara Segera Duduki Kursi Dewan

Rudi Hartono

Pasuruan, Pojok Kiri
     Kursi DPRD Kabupaten melalui Pemilu April 2019 kali ini dimungkinkan masih banyak diisi oleh wajah-wajah lama. Namun wajah-wajah baru juga akan menghiasi.
     Salah satu wajah baru yang sudah dipastikan akan mengisi salah satu kursi anggota DPRD adalah Rudi Hartono. Pria yang selama ini dikenal sebagai ketua Umum LSM Penjara Indonesia ini mendapat suara cukup besar di Dapil 5 Kabupaten Pasuruan, yang meliputi, Purwosari, Purwodadi, Tutur, Tosari, dan Puspo.
     Dalam pencalonannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono berangkat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di Internal Partai ini khususnya Dapil 5, ia mendapat suara terbanyak nomor 2, dengan jumlah sementara 4558 di bawah suara Abdul Karim yang memperolah 7810.
     Hitungan suara ini memang belum final karena secara resmi belum diumumkan oleh KPU. Namun hasil hitungan cepat yang dilakukan internal PKB termasuk tim Pojok Kiri sendiri, jumlah pastinya tidak akan jauh dari itu.
     Lolosnya Rudi Hartono ini merupakan sejarah baru yang terjadi di lingkungan parlemen Kabupaten Pasuruan. Sebab selama ini belum ada seorang aktivis LSM yang masuk jajaran anggota DPRD di Kabupaten Pasuruan. Rudi Hartono adalah satu-satunya untuk saat ini.
     Kepada Pojok Kiri, Senin (22/04), Rudi Hartono mengaku sangat berterimakasih kepada semua tim relawan yang sudah bekerja keras menghantarkan dirinya sebagai wakil rakyat.
     "Saya sangat berterimakasih kepada semua tim relawan, para pendukung, dan para simpatisan. Ini kesempatan bagi saya untuk terlibat langsung ikut membawa aspirasi masyarakat serta mewujudkannya. Saya akan laksanakan amanah ini sebaik-baiknya, "ucap Rudi Hartono. (Lis)

Berani Ganggu Jalannya Rekapitulasi Pemilu 2019, Satreskrim Polres Pasuruan Kota Ancam Sikat !!! Tak Peduli Siapapun

Tim Resmob Polres Pasuruan Kota

Pasuruan, Pojok Kiri
     Masa pencoblosan dalam Pemilu 2019 baik Pemilu Presiden dan Legislatif sudah usai. Saat ini proses rekapitulasi suara sedang dilaksanakan oleh KPU. Pada situasi saat ini yang sedikit panas karena ada klim kemenangan oleh salah satu Capres, sedikit banyak sudah berpengaruh ke tingkat daerah. Salah satunya di Pasuruan.
     Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama jalannya rekapitulasi, Polres Pasuruan Kota melalui Satreskrim telah menerjunkan tim reserse mobile (Resmob) demi memberikan rasa aman di masyarakat.
     Satuan elit dibawa naungan Satreskrim yang diberi nama Tim Resmob Suropati ini menurut Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso kepada Pojok Kiri, Minggu (21/04) akan terus berkeliling ke 11 PPK di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.
     Kasat Reskrim menegaskan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada siapapun yang berani mengacau jalannya rekapitulasi.
     "Untuk mengamankan jalannya rekapitulasi, kami akan terus bergerak mulai dari TPS , mengamankan rapat pleno di PPK sampai tuntas di KPU. Siapapun yang berani mengacau jalannya rekapitulasi, melakukan segala bentuk ancaman, kami akan sikat. Tindakan tegas akan kami lakukan, tak peduli siapapun itu, "ujar Kasat Reskrim. (Lis)

Manis Manja Tingkah Remaja Saat Di Alun-Alun Bangil #Berpeluk Cium Tak Peduli Banyak Mata Di Sekitarnya

Capture video remaja yang berpacaran di alun-alun Bangil

Pasuruan, Pojok Kiri
      Hati-hati saat berpacaran, di jaman yang sudah serba IT seperti saat ini, jika salah pilih lokasi berpacaran, bisa jadi foto dan video saat berpacaran tersebar kemana-mana. Apalagi jika gaya pacarannya fullgar, tak peduli tempat terbuka dan banyak orang, peluk manja dan ciuman penuh gairah kerap dilakukan. Hal ini tentu saja akan mengundang mata untuk melihatnya.
     Untuk diingat, di negara Indonesia ini, urusan hawa nafsu yang menjerumus pada seksual masih menjadi catatan khusus yang diatur baik oleh negara, agama, maupun budaya. Jangankan melampiaskan hawa nafsu di tenpat terbuka, di tempat tertutup-pun juga dipelototi dari sisi aturannya.

     Hal ini berbeda dengan beberapa negara lain, ada sebagian negara yang menganggap bermesraan di tempat terbuka sebagai hal biasa, termasuk bertelanjang bulat dan 'Icik-Icik' alias mendesah merona juga biasa.
     Lepas dari itu, ada fakta bahwa sebagian remaja Indonesia ada yang terpengaruh dengan budaya-budaya asing yang mudah dilihat di video-video baik dari yutube atau sarana lainnya. Sehingga saat mereka berpacaran, gayanya juga meniru budaya asing itu.
     Salah satu contoh remaja di Bangil, Kabupaten Pasuruan, cara mereka berpacarannya sebagian ada yang meniru gaya asing tersebut. Bermesraan di tempat terbuka, berciuman dan berpelukan tanpa peduli meski banyak orang di sekitarnya.
     Beberapa kali Pojok Kiri mendapati fakta itu, baik melihat sendiri atau mendapatkan kiriman foto dan video dari warga.
     Lokasi terfavorit remaja bermesraan di kawasan Bangil adalah alun-alun. Tempat ini memang jujugan remaja putra dan putri yang dimabuk asmara untuk berpacaran.

     Mereka masuk alun-alun lalu duduk berduaan. Saat itulah gairah muncul yang membuat sang lelaki cap cip cup dan hak hik huk mendaratkan ciuman dan pelukan tanpa peduli orang sekitar.
     Salah satu kejadian aksi remaja bermesraan di alun-alun Bangil sempat tertangkap kamera warga pada Kamis pagi (18/04) sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu pasangan remaja putra dan putri tiba di alun-alun dengan mengendarai motor.
     Di tempat itu, mereka lalu duduk berdua di atas motor. Tak berselang lama, si laki-laki mulai ga tahan, pelukan dan ciuman mendarat, padahal di kanan kirinya banyak orang.
     Aksi dua remaja dimabuk asmara ini oleh warga sempat divideokan. Pojok Kiri sempat ditunjukkan video itu, yang nyatanya itu benar.
     Jika ada orang yang mengatakan hal ini biasa saja, bisa jadi orang itu juga sering melakukan hal sama. Tetapi jika ada orang mengatakan ini tidak baik, pasti orang itu menjujung budaya, taat beragama, dan patuh pada aturan negara.
     Sekarang tinggal bagaimana petugas yang dibayar oleh negara untuk menjaga agar alun-alun Bangil tetap menjadi tempat bermain keluarga tanpa ada image tempat mesum. Bayangkan, siang saja seperti itu, apalagi malam. Intip donk. (Lis)

Cetak Tenaga Kerja Profesional, BLK Kabupaten Pasuruan Terus Laksanakan Pelatihan Berbasis Kompetensi

Kepala BLK Didik, saat memantau pelatihan menjahit

Pasuruan, Pojok Kiri
      Balai Latihan Kerja (BLK) yang merupakan kepanjangan tangan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus berupaya mencetak tenaga profesioanal melalui konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Salah satu BLK yang selalu konsisten melaksanakan program itu adalah BLK Kabupaten Pasuruan.
      Di bawa kendali Didik, saat ini BLK Kabupaten Pasuruan terus membuka kelas pelatihan untuk mencetak tenaga kerja yang profesional dan handal.
      Pojok Kiri yang berkesempatan datang ke BLK yang ada di Rejoso pada Selasa (16/04) mendapati suasana pelatihan yang sedang berlangsung.
     Didik, Kepala BLK saat berbincang dengan Pojok Kiri memaparkan, untuk saat ini kelas sudah berjalan dengan start 10 April hingga 18 Mei 2019 atau terhitung selama 30 hari.
      "Pada periode ini sudah jalan, kita buka kelas per 10 April lalu dengan jumlah peserta masing-masing 16 orang per kelas, "papar Didik.
      Lebih jauh menurut Didik, untuk latar belakang pendidikan peserta bervariasi, mulai dari lulusan SD, SMP, hingga tingkat atas.
      "Masyarakat umum boleh mendaftar di pelatihan ini, kita tidak melihat pendidikannya apa. "ujarnya.
      Selain melatih di gedung BLK yang sudah ada, menurut Didik pihaknya juga siap datang ke organisasi atau kelompok masyarakat seperti karang taruna.
     "Silahkan bagi organisasi atau kelompok masyarakat yang ingin membuka pelatihan di tempatnya, kami siap datang untuk memfasilitasi, "kata Didik.
      Catatan Pojok Kiri, di BLK Kabupaten Pasuruan ini ada 6 jurusan atau pelatihan yang disiapkan, meliputi teknologi mekanik, las listrik, otomotif roda 4, otomotid roda 2, menjahit; dan bordir. (Lis)

Masuk TPS, Pria Ngembe, Beji Tewas!

Korban saat di rumah duka

Pasuruan, Pojok Kiri
     Malaikat maut memang tak pilih waktu kapan waktunya mencabut nyawa seseorang. Meski pada saat Pemilu, ketika ingin mencabut nyawa ya tetap mencabut saja.
     Inilah yang dialami Khoirul Asnan (48) warga Dusun Ngembe, Desa Ngembe, Kecamatan Beji. Ia yang hendak melakukan pencoblosan, dan sudah masuk Tempat Pemungutan Suara (TPS), nyawanya malah diambil oleh malaikat pencabut nyawa.
     Tewasnya Khoirul Asnan yang menggemparkan warga yang saat itu juga hendak mencoblos terjadi pada Rabu pagi (17/04) sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu Khoilrul Asnan hendak mencoblos di TPS 06 yang ada di Dusun Ngembe Rt.013/02, Desa Ngembe, Kecamatan Beji.
     Kanitreskrim Polsek Beji, Ipda Tatok saat dihubungi Pojok Kiri membenarkan kejadian tersebut. Menurutmya saat kejadian, korban hendak memasuki bilik suara.
     "Surat suara yang telah diterima belum dicoblos, korban keburu tewas, "ungkapnya.
     Pasca kejadian itu, oleh anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dibantu warga, korban langsung dibawa ke RSI Masyitoh Bangil. Namun oleh rumah sakit tak dilakukan tindakan medis karena korban diketahui sudah tewas.
     Tewasnya Khoirul Asnan menurut Ipda Tatok diduga akibat serangan jantung. Atas kejadian itu, pihak keluarga menerima sebagai musibah. (isb)

Tingkatkan Efektifitas Penanganan Masalah Hukum, PDAM Kabupaten Pasuruan Lakukan Mou Dengan Kejari Kabupaten Pasuruan

Kajari Kabupaten Pasuruan, H. Moch. Noor HK, SH, MH bersama Direktur PDAM, Za'ari

 Pasuruan, Pojok Kiri
      Demi meningkatkan efektifitas penanganan masalah hukum dalam Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara baik di dalam maupun di luar pengadilan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pasuruan melakukan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan.      Pelakasanaan MoU antara PDAM Kabupaten Pasuruan dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan tersebut dilaksanakan pada Selasa (16/04) pagi sekira pukul 10.00 WIB, bertempat di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan.
      MoU itu ditandangani langsung oleh Direktur PDAM Kabupaten Pasuruan, Za'ari dengan Kajari H.Moch. Noor HK, SH, MH.

      Ikut menyaksikan penandatanganan MoU itu, seluruh Kasi di Kejari Kabupaten Pasuruan, serta beberapa pejabat Pemkab Pasuruan, salah satunya Dwitono Minahanto, Kepala Isnpektorat.
      Kajari Kabupaten Pasuruan, H.Moch. Noor HK, SH, MH didampingi Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Tya Gita mengatakan, ruang lingkup Kesepakatan Bersama adalah dalam bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara, meliputi Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum, Tindakan Hukum Lain dan Konsultasi hukum sesuai kebutuhan yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan dalam rangka pemulihan dan penyelamatan keuangan, kekayaan, aset serta permasalahan lain dalam bidang hukum Perdata dan Tata Usaha Negara yang dihadapi PDAM Kabupaten Pasuruan.
      Dalam hal ini lanjut Kajari, melalui Kasi Datun ia akan memberi surat kuasa khusus untuk dapat melakukan tindakan hukum atau tindakan lainnya, di dalam maupun di luar Pengadilan, untuk dan atas nama lembaga atau instansi pemerintah pusat dan daerah serta BUMN dan BUMD, yang bertujuan untuk menjamin tegaknya hukum, menyelamatkan kekayaan negara, menegakan kewibawaan pemerintah dan melindungi kepentingan umum.
      "Terkait dengan tugas lainnya, kejaksaan mempunyai Program TP4D. Kejari Kabupaten Pasuruan akan mengawal kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara, "ujar Kajari.
Foto bersama Kajari dan para Kasi serta Pejabat Pemkab usai MoU

      Sementara itu, Direktur PDAM Kabupaten Pasusuruan, Za'ari mengaku sangat berterimakasih atas keterbukaan Kejari Kabupaten Pasuruan yang sedia untuk melakukan MoU.
       "Kami merasa sangat berbangga bisa bekerjasama dengan Kejari Kabupaten Pasuruan. Tentunya demi kemajuan PDAM, sangat perlu adanya pendampingan terkait hukum, agar dalam kegiatan apapun tidak salah langkah, "ungkap Za'ari. (Lis)

Ketika Papan Larangan Hanya Ditancap Tanpa Diawasi!!!

Papan larangan buang sampah yang menjadi tempat sampah (Foto: Warga)

Pasuruan, Pojok Kiri
      Pemerintah memang keren, untuk menegakkan aturan cukup menancapkan papan peringatan, lalu dibiarkan tanpa ada pengawasan.
     Inilah fakta yang terlihat di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, tepatnya kawasan SD sebelah pabrik kayu Sakari.      Di tempat ini ada papan peringatan yang ditancapkan oleh pemerintah tentang larangan membuang sampah, yang berbunyi "DILARANG MEMBUANG SAMPAH DISINI Berdasarkan Perda Kabupaten Pasuruan Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Sampah Di Kabupaten Pasuruan Pasal 19, Dapat dikenakan sanksi 3 bulan kurungan dan denda Rp. 5 juta rupiah, tertanda DLH Kabupaten Pasuruan".

     Lucu dan pantas semua orang tertawa terbahak-bahak. Sebab meski sudah ada papan dengan tulisan sangat menakutkan itu, nyatanya warga justru memenuhi bawahnya dengan sampah yang tidak sedikit.
      Pertanyaannya, kemana DLH selama ini, kalo memang setengah-setengah menjalankan aturan, mending copot saja itu papan peringatan dan tidur yang nyenyak. (*)


Warning!!! Stop Money Politik, 17 April 2019, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani, Jangan Golput!

Bupati LIRA Pasuruan, Ayi Suhaya, SH

Pasuruan, Pojok Kiri
     Jangan gembira saat ada dum-duman uang, jangan merasa yakin menang saat membagikan uang. Ingat, ada aturan yang melarang adanya money politik, ingat juga ada pengawas negara dan pemantau independen yang akan mempermasalahkan secara hukum.
     Suara keras nan lantang ini dilontarkan oleh Ayi Suhaya, SH, seorang aktivis di Pasuruan yang menjabat sebagai Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Pasuruan.
     Kepada Pojok Kiri, Senin (15/04), Ayik Suhaya yang pada Pemilu kali ini juga ikut terjun sebagai pemantau independen menegaskan, dalam hal memilih Presiden dan Wakil Rakyat, masyarakat harus lebih cerdas, jangan tergiur oleh uang.
     "Memilih Presiden dan Wakil Rakyat harus didasari penilaian terhadap yang dipilih. Jangan hanya karena uang Rp. 50 hingga 100 ribu, hati nurani terbeli. Pilih pemimpin berdasarkan penilaian yang baik, yang pro rakyat. Jangan memilih karena takut sebab sudah dikasih uang, "tandas Ayi Suhaya.
     Lebih jauh menurut Ayi, saat ini ia bersama timnya mengaku telah mengamati, memantau adanya giat dor to dor para tim sukses yang memberi uang kepada warga.
     "Semua data akan kami kumpulkan, kita rekam semua kegiatan baik dengan foto atau video. Pada saatnya semua bukti akan kami buka di hadapan hukum, kecurangan demi kecurangan akan kami bongkar, "ujarnya.
     Ayi Suhaya, SH juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019 nanti.
     "Gunakan hak pilih yang sudah diberikan, jangan Golput. Sebab suara anda akan mentukan nasib bangsa, "tukas Ayi Suhaya, SH. (Lis)

Senyum Merekah Rakyat Kecil, Ada Pesta "Angpao" Jelang Pencoblosan

Foto: Ilustrasi (By google)

Oleh: POJOK KIRI BIRO PASURUAN
     'Dilarang money politik', pada pesta demokrasi seperti sekarang ini, jargon larangan money politik alias politik uang, alias dum-dum angpao ke masyarakat tepatnya kepada warga selalu dikumandangkan. Resikonya jika itu dilakukan, pihak yang mengawasi pesta entah apa namanya akan bergerak mempermasalahkan secara hukum.
     Pertanyaannya, akankah pihak pengawas mempelototi tiap gerakan orang-orang yang terlibat dalam pesta ini. Akankah pihak pengawas memasang mata di setiap pintu rumah? Jika dijawab iya, pasti itu ngibul alias mimpi.
     Abaikan soal pengawas yang akan mencari bukti adanya politik uang alias angpao. Mari kita melihat ke realita yang terjadi di warga bawah menjelang waktu pencoblosan seperti sekarang ini, khususnya tentang Calon legislatif alias Caleg.
     "Hore... ada pesta..., "suara dan senyuman merekah muncul di wajah-wajah warga bawah yang kebanyakan senang saat ada partai atau calon legislatif (Caleg) memberi uang.
     Meski nilainya tak seberapa, hanya berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp. 50 ribu saja perorang, tetapi warga senang karena merasa dianggap oleh yang memberi.
     "Kalau dikasih uang ya nyoblos, "suara ini bukan suara orang munafik. Tentunya wajar dan manusiawi, sebab mereka yang mencalonkan diri khususnya menjadi Caleg adalah orang yang "mencari pekerjaan", yang tentunya harus modal, Sebab selain gaji dan tunjangannya lumayan besar. Gengsinya sebagai pejabat juga besar.
     Jika ada Caleg yang bilang, tulus ingin mengabdi sebagai wakil rakyat, akan membela rakyat, berjuang demi rakyat, pastinya tukang becak juga mau jika tidak harus berebut suara dengan modal yang sangat besar.
     Lepas dari itu, Kampanye sudah dihentikan, saat ini sudah masuk hari tenang. Namun di kalangan tim bawah yang langsung bersentuhan dengan warga, ada gerakan dor to dor bak hari raya idul fitri, dimana Caleg atau utusan Caleg mendatangi rumah-rumah warga sambil membagi angpao yang diiringi pesan "jangan lupa nanti coblos kikuk kikuk".
     Ada istilah keren pada saat jelang pencoblosan ini. Namanya sangat mengerikan, yakni time for 'eksekusi'.
     Istilah ini dimaksud sudah tidak butuh lagi koar-koar di media, baik cetak maupun elektronik, termasuk medsos.Tetapi sudah langsung dor to dor ke rumah warga sambil pura-pura tersenyum sembari berbagi angpao dengan harapan mendapat dukungan.
     Soal apakah nanti warga yang dikasih angpao pasti mencoblos nama yang disodorkan, itu tinggal Calegnya saja agar berdo'a lebih kuat minta ke yang maha kuasa. Sebab yang dor to dor ke rumah warga tidak satu partai atau Caleg. Jumlahnya banyak. Tentu yang menerima angpao juga bingung harus nyoblos yang mana.
     Menghadapi hal ini, warga akhirnya pakai jurus andalan, yakni nyoblos yang ngasih duit lebih banyak (hrrrrr....).
     Namun ada juga warga yang idealis. Mereka tidak mau menerima uang dari orang yang tidak dikenal atau pasti tidak dicoblos. Alasannya adalah dosa.
     "Sama saja kita membohongi orang, itu dosa, "kata orang idealis itu.
      Nah dalam pesta angpao ini, ada catatan dari seorang politisi kawakan yang juga mencalonkan diri menjadi anggota legislatif di Kabupaten Pasuruan. Untuk Caleg pemula atau belum pernah jadi caleg, butuh uang minimal Rp. 1 milyar untuk bisa jadi, sedang bagi incumben yang sudah punya basis masa dan sudah memupuk sejak lama. Biayanya tak butuh sebanyak itu. (*)

Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Kini Bisa Di Indomaret

Adpel Samsat Bangil Sama'i saat meninjau pembayaran pajak kendaraan di Indomaret

Pasuruan, Pojok Kiri
     Membayar pajak sudah menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat, salah satunya adalah pajak kendaraan bermotor.
     Namun selama ini ada yang beranggapan, untuk membayar pajak harus melalui proses birokrasi yang ribet, termasuk antri yang lama. Sehingga banyak wajib pajak malas untuk membayar pajak. Benarkah anggapan itu?
     Jika anggapan itu muncul 5 tahun lalu, mungkin saja benar. Akan tetapi saat ini dengan era digital yang mendominasi, proses pembayaran pajak sudah tidak lagi ribet dan memakan waktu lama akibat antri.
     Khusus untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor wilayah Jawa Timur, sudah banyak inovasi yang dilaksanakan, mulai dari pembayaran pajak sistim drive thru, pembayaran langsung melalui bank yang ditunjuk, seperti Bank Jatim, Mandiri dan BRI, serta pembayaran melalui PT. Pos.
SMS yang diterima usai membayar di Indomaret

     Tak puas hanya melalui itu, kini pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim melalui Badan Pendapatan Daerah kembali membuat inovasi demi lebih memudahkan para wajib pajak saat melaksanakan pembayaran pajak. Inovasi itu berupa kerjasama dengan Indomaret sebagai mitra untuk menerima pembayaran pajak kendaraan bermotor.
     Administrator pelaksana (Adpel) Samsat Bangil, Sama'i selaku kepanjangan dari Badan Pendapatan Daerah Pemprov Jatim kepada Pojok Kiri, Jum'at (12/04) memaparkan, kerjasama antara Badan Pendapatan dengan Indomaret tekait penerimaan pembayaran pajak ini sudah dilounching pada 8 April 2019 lau.
     "Setelah dilounching pada 8 April lalu, kini warga bisa membayar pajak kendaraan bermotornya melalui Indomaret. Jadi untuk membayar pajak kendaraan sudah semakin mudah, "ujar Sama'i.
     Untuk cara membayarnya sendiri secara teknis menurut Sama'i, wajib pajak saat datang ke Indomaret harus mambawa STNK untuk dicatat Nomor Polisi dan nomor mesin, kemudian membawa KTP yang berlaku, dan menyertakan nomor telepon.
Notice yang muncul yang bisa diprint sendiri

     "Setelah membayar, nanti akan ada SMS ke nomor telepon dari Samsat Jatim. Di SMS itu akan tertera nilai uang yang dibayarkan, kemudian muncul nomor IDSAH, lalu dibawahnya akan ada link warna biru untuk diklik, setelah link terbuka, masukkan nomor IDSAH, maka akan muncul notice pembayaran pajaknya, "papar Sama'i.
     Setelah muncul notice pembayaran pajak lanjut Sama'i, wajib pajak bisa ngeprint sendiri notice tersebut tanpa harus mengambil di kantor Samsat. (Lis)

Bibit Bagus Dan Kuatnya Arahan Dinas Pertanian, Petani Rembang Mampu Panen 3 Ton Jagung Di Musim Hujan

Sutinah, petani Rembang saat panen jagung



Pasuruan, Pojok Kiri
     Sutinah (60), seorang petani warga Desa Rembang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan tampak tersenyum bahagia saat dijumpai Pojok Kiri di ladang jagung miliknya, Kamis siang (11/04). Pasalnya, di musim hujan seperti  ini, ia masih mampu memanen jagung miliknya hingga 3 ton.
      Kepada Pojok Kiri, Sutinah mengaku, untuk jenis jagung yang ditanam adalah jenis Super Hybrida Bisi 18. Menurutnya varietas ini lebih unggul dibanding varietas lainnya.
    "Kenyataanya seperti itu, panen jagung saya melimpah dan bagus, "ujarnya.
     Selain bibit dengan kwalitas bagus yang ia tanam, petani jagung ini megaku banyak mendapat arahan dari Dinas Pertanian.
    "Saya terus mengikuti perkembangan teknologi pertanian yang disampaikan oleh Dinas Pertanian. Mulai cara pemupukan yang baik, penyemprotan hama, kadar hara dan sebagainya. Jadi selain memang bibit yang bagus, teknik pengolahan yang diajarkan oleh Dinas Pertanian juga sangat berguna, "Sutinah. (isb)
PERISTIWA
HUKUM
KRIMINAL
POLITIK

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas