RUNNING NEWS :
Loading...
FEEDS
Cari Kami di Google

Ada Apa Dengan KPPBC TMP A Pasuruan? Dikonfirmasi Bukan Jawab, Kasi P2 Malah Blokir Sambungan Telepon

Saat pemusnahan

 Pasuruan, Pojok Kiri
     Pemusnahan barang yang dilakukan  Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) A Pasuruan pada Jum'at (15/11) terus menuai tanya. Sebab barang berupa 2.572.149 batang rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) ), 6.285 batang rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT), 354 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) berbagai merk, 168 botol produk hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) dan 11.205 keping pita cukai palsu dengan potensi cukai dan pungutan negara lainnya (PPN Hasil Tembakau dan Pajak Rokok ) yang tidak terpungut mencapai Rp 1. 316  337. 950 yang dimusnahkan itu tidak jelas keterangannya. Apakah sudah kekuatan hukum tetap pasca putusan pengadilan, barang temuan atau barang apa.
     Catatan lain yang disampaikan dalam siaran pers oleh Kepala Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean A Pasuruan, Hannan Budiharto, pada tahun 2018 telah dilakukan penindakan sebanyak 49 kali, lalu tahun 2019 sebanyak 36 kali.
    Dari penindakan yang dilakukan itu, telah dilakukan penyidikan sebanyak 14 kasus dan pengenaan sanksi administrasi berupa denda sebanyak 14 kasus dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 11. 636.456.627.
     Terkait rilisan itu, tidak dijelaskan, penindakan 49 kali tahun 2018 dan 36 kali 2019 itu perusahaan mana saja, siapa yang ditindak, bosnya apa kacungnya.
    Lalu penyidikan 14 kasus dan pengenaan sanksi denda 14 kasus itu apakah sudah berketetapan hukum tetap atau masih proses penyidikan. Siapa saja tersangkanya?
    Terkait semua itu, Pojok Kiri telah mengirim pertanyaan ke Kasi Penindakan dan Penyidikan (P2) yang karib disapa pak Kus melalui pesan whatsapp.
     Oleh yang bersangkutan, konfirmasi Pojok Kiri sudah dilihat karena ada centang dua hijau tanda pesan sudah dilihat.
    Namun pasca konfirmasi itu, Pojok Kiri bukannya mendapat jawaban, akan tetapi malah jalur komunikasi melalui whatsapp diblokir. Demikian juga melalui sambungan telepon biasa.
    Apa yang dilakukan Kasi P2 ini tentu saja aneh. Ada kesan ia sengaja menyembunyikan sesuatu.
     Pertanyaannya, apakah pemusnahan yang dilakukan KPPBC TMP
A Pasuruan itu hanya pencitraan saja. Adakah sesuatu yang ditutup-tutupi? (Lis)

Tak Dapat Ganti, Pemilik Motor Hilang Ngaku Kunci Dan STNK Diminta Oleh Adira

Slamet Riyanto pemilik motor yang hilang



Pasuruan, Pojok Kiri
    Pasca pemberitaan motor hilang yang tidak dapat ganti dari pihak leasing Adira memunculkan banyak komentar yang mempertanyakan itikad baik pihak Adira.
    Ada yang menyampaikan, setiap angsuran yang dibayarkan oleh peminjam, di dalamnya sudah termasuk uang ansuransi.
    Ada juga yang menanyakan apakah kunci asli dan STNK masih dipegang oleh pemilik.
    Intinya semua menganggap sikap Adira yang tidak mau mengganti unit yang hilang diangga sebagai akal-akalan demi keuntungan sendiri.
    Lepas dari itu, Slamet Riyanto yang kehilangan motor Vario kredit miliknya pada Kamis (14/11) lalu mengaku telah mendapat penjelasan dari Adira bahwa motornya yang hilang tidak dapat ganti.
    Anehnya, meski tidak dapat ganti, kunci dan STNK motornya malah diminta oleh pihak Adira.
     "Kuci dan STNK saya diminta saat saya menyerahkan berkas laporan polisi, katanya buat ngurus asuransi, tapi ya tetap bilangya motor tidak diganti, "ungkapnya.
    Sejauh ini pihak Adira belum memberikan penjelasan atas kejadian ini. Ibnu salah satu pegawai Adira yang menjabat head kolektor saat ditanya Pojok Kiri melalui telepon mengaku tudak tahu masalah itu.
     "Langsung ke pihak asuransi saja, saya tidak paham, "ucapnya.
    Hingga berita ini turun, Pojok Kiri belum berkesempatan menemui pihak asuransi Adira.
      Untuk diketahui, Slamet Riyanto (50) seorang tukang kebun di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah yang terletak di sisi Timut alun-alun Bangil kehilangan motor yang baru dikredit selama 10 bulan.
     Hilangnya motor jenis Vario Nopol N 3527 TDJ ini terjadi pada Kamis pagi (14/11) sekira pukul 06.00 WIB. Saat itu ia sedang melaksanakan tugas kerja menyiram halaman sekolah. (Lis)

Kredit Motor Di Adira, Hilang Tak Dapat Ganti

Slamet Riyanto



Pasuruan, Pojok Kiri
     Nasib Slamet Riyanto (50), warga Kalirejo, Bangil, seorang tukang kebun di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah sungguh apes dan menyedihkan. Pasalnya, ia yang baru memiliki motor bagus setelah bertahun-tahun mimpi punya motor harus kembali mengulang mimpi setelah motor Vario Nopol N 3527 TDJ hasil kredit yang baru dicicil 10 kali raib dicuri maling pada Kamis (14/11) lalu.
     Dengan hilangnya motor tersebut, Slamet Riyanto yang karib disapa Anto ini tentu saja berharap kembali melalui asuransi yang diikutlan oleh leasing atau bank pemberi biaya.
     Namun Anto harus gigit jari, ia yang mendatangi bank yang membiayai kredit motornya pasca kehilangan, yakni Adira, ternyata mendapati jawaban bahwa dari sisi asuransi, motornya yang hilang tidak dapat ganti.
    Menurut Anto setelah mendatangi kantor Adira, ia diberi penjelasan, bahwa pihak asuransi hanya mengganti sisa uang kredit yang harus dibayar.
    "Katanya motor tidak bisa diganti, hanya dilunasi sisa hutang, "ungkap Anto.
     Sedih sudah pasti, Anto yang sebelumnya mendapat informasi bahwa motor yang hilang akan diganti baru oleh asuransi ternyata mendapati cerita lain.
     Lantas bagaimana aturan sebenarnya terkait motor yang hilang saat masih proses kredit? Hingga berita ini turun belum ada penjelasan dari Adira. (Lis)


Pemusnahan Barang Di KPPBC TMP A Pasuruan, Keterangan Barang Masih Abu-Abu

Saat Pemusnahan di KPPBC TMP A Pasuruan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Jum'at (15/11), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) A Pasuruan memusnahkan Barang Milik Negara (BMN).
    Barang yang dimusnahkan itu berupa 2.572.149 batang rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) ), 6.285 batang rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT), 354 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) berbagai merk, 168 botol produk hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) dan 11.205 keping pita cukai palsu dengan potensi cukai dan pungutan negara lainnya (PPN Hasil Tembakau dan Pajak Rokok ) yang tidak terpungut mencapai Rp 1. 316 337. 950.
     Dalam siaran pers yang disampaikan Kepala Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean A Pasuruan, Hannan Budiharto, ada catatan, dimana pada tahun 2018 telah dilakukan penindakan sebanyak 49 kali, lalu tahun 2019 sebanyak 36 kali.
    Dari penindakan yang dilakukan itu, telah dilakukan penyidikan sebanyak 14 kasus dan pengenan sanksi administrasi berupa denda sebanyak 14 kasus dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 11. 636.456.627.
     Sayangnya, dalam rilis tersebut tidak dijelaskan, penindakan 49 kali tahun 2018 dan 36 kali 2019 itu perusahaan mana saja, siapa yang ditindak, bosnya apa kacungnya.
    Lalu penyidikan 14 kasus dan pengenaan sanksi denda 14 kasus itu apakah sudah berketetapan hukum tetap atau masih proses penyidikan. Siapa saja tersangkanya?
    Penelusuran Pojok Kiri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan (15/11) mendapati fakta jawaban dari Seksi Pidana Khusus, bahwa hingga saat ini hanya ada 3 perkara limpahan KPPBC TMP A Pasuruan yang ditangani. Lantas nasib yang 11 kasus bagaimana?
    Pertanyaan-pertanyaan ini belum ada jawaban dari pihak KPPBC TMP A Pasuruan. Pojok Kiri yang berusaha mengkonfirmasi ke Kasi Penindakan dan Penyidikan (P2) yang karib disapa pak Kus melalui pesan whatsapp belum mendapat respon.
    Seiring dengan itu, ada pertanyaan lanjutan terkait barang yang dimusnahkan, apakah barang itu barang yang sudah melalui proses hukum dan berkekuatan hukum tetap atau barang temuan lain .
    Lantas dasar surat dari Menteru Keuangan Nomor S-291/MK.6/KN.5/2019 tanggal 07 Agustus 2019 itu apa. (Lis)


Serahkan Berkas Pendaftaran Ke Gerindra, Ayi Suhaya Siap Lahir Batin Rebut Kursi Walikota Pasuruan

Ayi Suhaya saat menyerahkan berkas pendaftaran

Pasuruan, Pojok Kiri
    Ayi Suhaya, SH sang tokoh pemuda Pasuruan resmi mendaftar sebagai bakal calon Walikota Pasuruan dari Partai Gerindra untuk 2020 mendatang. Hal ini setelah Wakil Gubernur LSM LIRA Jatim yang juga Ketua Forum Komunikasi Putra Putri TNI - POLRI  (FKPPI) Pasuruan ini menyerahkan berkas pendaftaran kepada ketua DPC Gerindra Kota Pasuruan, Zubaidi, Jum'at (15/11).
    Sejak pukul 08.00 WIB, Ayi Suhaya yang tinggal di Gentong, Pasuruan ini sudah siap dengan pakaian rapi atasan baju biru ditutup jaket hitam dan bawahan sarung, serta memakai kopyah.
    Kemudian sekira pukul 08.30 WIB, Ayi Suhaya dikawal sejumlah timnya berangkat ke kantor DPC Gerindra Kota Pasuruan yang ada di kawasan Kelurahan Kepel.
    Di kantor DPC Gerindra, Ayi Suhaya disambut ketua DPC, Zubaidi dan pengurus. Dengan sambutan hangat penuh kekeluargaan, Zubaidi yang baru saja ditinggal sang istri untuk selamanya menerima berkas pendaftaran yang disampaikan oleh Ayi Suhaya.
    Momen pagi itu sangat penuh haru. Sebab hari terakhir penyerahan berkas pendaftaran diselimuti duka atas meninggalnya istri Zubadi sehari yang lalu.
    Ayi Suhaya bersama tim yang datang dengan busana muslim kemudian melakukan do'a bersama dengan membacakan tahlil.
    Zubaidi, ketua DPC Gerindra Kota Pasuruan mengaku sangat berterimakasih atas kepercayaan Ayi Suhaya terhadap partai Gerindra. Ia juga menyampaikan ucapan sama atas do'a yang disampaikan Ayi Suhaya bersama tim terhadap almarhumah istrinya.
    Sementara itu, Ayu Suhaya yang resmi mendaftat melalui Gerindra mengaku sudah sangat siap untuk membangun Pasuruan sebagai Walikota. Dirinya bertekad akan melakukan pembangunan dengan pondasi spiritual agama, sehingga mampu membuat Kota Pasuruan maju lahir dan batin. (Lis)
PERISTIWA
KRIMINAL
POLITIK
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas